7 Prediksi Content Marketing di 2018

7 Prediksi Content Marketing di 2018
Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan content marketing sebagai salah satu strategi online marketing . Di tahun 2017 ini, content marketing sudah menjadi semakin populer dan tidak ada tanda-tanda bahwa content marketing akan berhenti sampai disini saja. Menurut sebuah studi yang dilakukan di antara 500 perusahaan, 76%nya mengaku bahwa mereka akan menjadi semakin fokus dalam content marketing di tahun 2018.

Sejauh ini, ada banyak tren-tren yang diprediksikan akan terjadi dalam content marketing. Apa saja ya kira-kira?

Tren Content Marketing di Tahun 2018

Semakin kita mendekati akhir tahun, ada dua hal yang bisa kita katakan secara pasti untuk tahun 2018:

  • Content marketing akan menjadi lebih penting lagi
  • Pembuatan dan distribusi konten akan berubah secara radikal

Ada alasan mengapa Seth Godin menyebut content marketing sebagai satunya-satunya marketing yang tersisa. Jenis marketing yang satu ini memang otentik, berguna, dan sangat sesuai untuk generasi internet.

Meskipun tidak banyak orang yang meragukan keefektifan pemasaran konten, perlu diperhatikan bahwa saluran, taktik dan alat pemasar yang digunakan untuk membuat dan mendistribusikan konten akan terus berkembang di tahun 2018 dan seterusnya.

Tren pemasaran konten apa yang harus Anda perhatikan? Bagaimana sebaiknya Anda mengubah strategi pemasaran Anda untuk mengikuti perubahan ini?

  • Jenis Konten Menjadi Semakin Bervariasi

Dalam beberapa tahun terakhir, marketer semakin sadar bahwa hal yang paling penting dalam content marketing adalah kualitas dan bukan kuantitas. Sudah banyak marketer yang berhenti melakukan content churning atau mengeluarkan konten terus-terusan tanpa memperhatikan kualitas.

Selain itu, di jaman sekarang, semakin banyak format konten yang sebaiknya dimanfaatkan dalam strategi content marketing Anda. Hanya memiliki penulis dalam tim content marketing Anda tidaklah cukup. Anda memerlukan lebih banyak talent agar Anda bisa menciptakan konten yang bervariasi dan menarik perhatian para audience. Saat ini content marketing sudah tidak hanya blog saja.

Anda perlu mengkostumisasi konten untuk kelompok audience yang berbeda dan beradaptasi dengan menggunakan format yang digunakan kelompok audience tersebut.

Beberapa kemampuan yang sebaiknya dimiliki oleh tim konten Anda adalah:

  • Produksi video
  • Graphic design
  • Produksi audio
  • Optimasi konten untuk berbagai platform
  • Distribusi konten dan promosi
  • Pengembangan, eksekusi, dan manajemen strategi konten
  • Komunikasi dan branding
  • Advertising dan media buying
  • Analytics

Selain itu, berdasarkan data dari Content Marketing Institute, marketer B2B sudah menggunakan berbagai platform dan channel untuk melakukan content marketing mereka.

  • Personalisasi Content Marketing 

Personalisasi adalah kunci dalam customer experience. Coba bayangkan, Anda mengunjungi landing page dan memasukkan nama dan email Anda untuk mendownload e-book tentang social media marketing . Lain kali Anda mengunjungi situs yang sama, Anda akan disambut dengan nama. Tidak hanya itu, Anda juga diperlihatkan lebih banyak eBook terkait dengan social media marketing. Ini bisa dianggap sebagai digital maitre yang ada di hotel favorit Anda yang menyapa Anda dengan nama dan mengantarkan Anda ke meja favorit Anda – ini bersifat pribadi dan personal.

Diprediksikan bahwa pada tahun 2018, kita akan melihat semakin banyak marketer mendorong untuk memberikan pengalaman yang sangat personal. Tidak hanya marketer, pelanggan dan pengguna pun juga lebih menyukai personalisasi. Menurut studi yang dilakukan Invesp , 53% online shopper percaya bahwa personalisasi jauh lebih berharga dan 57% shopper mau memberi tahu informasi pribadi mereka agar mereka bisa mendapatkan pengalaman personal dari toko online.
Anda bisa mengumpulkan data dari pelanggan Anda untuk memberi pengalaman personal ini. Cara yang paling mudah biasanya adalah dengan mengumpulkan nama dan alamat email mereka. Ini bisa dengan cara menawarkan berlangganan newsletter dari perusahaan Anda dan sebagai gantinya mereka mendapat konten ekslusif seperti ebook.

Anda juga bisa melakukan ini dengan menanyakan pelanggan Anda untuk mengisi survey yang memberitahu Anda apa yang sebenarnya mereka suka dan butuhkan. Dari situ, Anda bisa mengirimkan mereka konten-konten yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan dan butuhkan.

  • Brand akan mulai membuat konten yang semakin niche 

Tidak peduli di industri apa Anda bekerja, Anda membutuhkan konten niche jika Anda ingin berhasil di tahun 2018.
Salah satu yang mendorong tren ini adalah kejenuhan pasar dan kematangan konsumen. Marketer menciptakan lebih banyak konten daripada sebelumnya. Menurut sebuah survei oleh Kapost , 70% marketer mengatakan bahwa mereka menciptakan lebih banyak daripada sebelumnya.

Dengan banyaknya jumlah konten yang diproduksi, Anda harus bisa menonjol dari orang-orang lain. Ini bisa dicapai dengan dua langkah, yaitu:

  • Membuat konten yang dalam atau kreatif (dimana ini bisa memakan banyak waktu dan membutuhkan biaya besar)
  • Membuat konten untuk niche yang lebih spesifik

Di tahun 2018, dengan semakin banyaknya marketer yang memperebutkan audience yang sama, ada baiknya Anda mencoba membuat sebuah konten untuk niche yang lebih spesifik. Misalnya, daripada Anda menulis artikel tentang social media marketing, Anda mungkin bisa lebih spesifik dan menulis artikel tentang social media marketing untuk startup.
Untuk melakukan ini, Anda bisa memulai dengan mengidentifikasi siapa saja niche yang ada di industri Anda. Bisakah Anda mulai membuat konten dari sudut pandang yang biasanya jarang dibahas? Ini bisa menjadi titik awal proses pembuatan konten Anda.

  • Konten akan beradaptasi dengan natural language search (pencarian melalui suara) 

Menurut prediksi, kita akan mulai masuk ke dunia pencarian tanpa layar. Hal ini terutama disebabkan oleh pencarian suara. Anda bahkan mungkin mengatakan bahwa ramalan ini konservatif. Setelah semua, pencarian suara sudah mencapai 20% dari semua pencarian Google di ponsel .

Yang lebih penting lagi, orang-orang muda lebih suka menggunakan penelusuran suara. Menurut sebuah penelitian , 71% anak usia 18-29 tahun menggunakan asisten suara dibandingkan dengan hanya 39% di kategori 44-53 tahun.

Selain itu, Amazon dan Google juga sudah merilis home assistants milik mereka seperti Amazon Echo dan Google Home. Penjualan keduanya juga sudah semakin meningkat. Informasi ini memberi tahu kita bahwa asisten suara akan menjadi tren yang terus berlanjut tahun depan.

Lalu bagaimana caranya?

Cara kita membaca dan menulis memang berbeda, maka itu konten Anda harus bisa beradaptasi dengan pencarian melalui asisten suara. Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat artikel dengan nada bicara bagaimana seseorang menjawab pertanyaan Anda.

Berikut adalah beberapa teknik yang bisa Anda lakukan:

  • Tulislah pertanyaan lengkap dan jawaban lengkap dalam artikel Anda, daripada memecahnya menjadi beberapa kalimat.
  • Gunakan ungkapan panjang dan spesifik pada judul dan tajuk Anda.
  • Saat menentukan keyword Anda, perhatikan sifat percakapan penelusuran suara. Coba targetkan keyword yang diungkapkan secara alami.
  • Karena mayoritas penelusuran suara berasal dari seluler, pastikan situs Anda mobile-friendly.
  • Untuk pencarian “near me” lokal, pastikan Anda telah mengoptimalkan konten bahasa alami.
  • Gunakan Google Sitelinks, rich snippets, dan sebagainya untuk membantu Google menemukan jawaban yang tepat untuk Grafik Pengetahuan.

Dengan menggabungkan ini, Anda akan meningkatkan kemungkinan konten Anda muncul di bagian atas hasil pencarian. Ini tidak hanya akan memberi Anda lebih banyak traffic ke situs web Anda, tetapi juga meningkatkan brand awareness bisnis Anda.

  • Video akan menjadi lebih penting dalam strategi content marketing

Video akan terus menjadi salah satu jenis konten yang paling menarik dan diminati. Di antara tahun 2011 dan 2015, konsumsi video bertumbuh dari 39 menit menjadi 115 menit setiap harinya. Selain itu, bagaimana orang-orang menonton video juga berubah. Beberapa tahun lagi video vertikal hampir tidak ada. Video vertikal yang dimaksud disini adalah video yang direkam dengan menggunakan kamera, komputer, handphone, atau tablet yang ditujukan untuk dilihat dalam mode potrait, menghasilkan gambar yang tinggi dan bukan format layar lebar yang dinormalisasi oleh bioskop dan televisi. Saat ini, 29% dari pengaksesan video viewing adalah video vertikal.

Jadi sangat jelas bahwa Anda akan ketinggalan jika Anda tidak menggunakan video di tahun 2018. Mulailah dengan mengarahkan bagian yang lebih besar dari anggaran pemasaran konten Anda ke video. Video yang dimaksud disini tidak harus sebuah video yang diproduksi seperti film, tetapi video-video sederhana seperti behind the scene atau bahkan pemilik bisnis membahas suatu topik sudah bisa menjadi titik awal video marketing Anda.

  • Live Video akan Menjadi Semakin Populer 

Pada tahun 2016, dunia digital mencatat pesatnya pertumbuhan live video dan selama 2 tahun terakhir, ini semakin meningkat. Saat ini, 80% konsumen lebih suka menonton video langsung daripada membaca posting blog. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Livestream , 82% responden mengatakan bahwa mereka lebih menyukai menonton live video sebuah brand dibanding membaca postingan social media.

Facebook, salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk live video pada tahun 2017, melaporkan bahwa pengguna menghabiskan waktu hingga 3 kali menonton live video daripada menonton video tradisional / rekaman. Engagement melalui komentar juga 10 kali lebih tinggi selama live streaming.

Sementara itu hampir 60% marketer saat ini berinvestasi dalam live video, tetapi kurang dari 15% secara aktif menggunakan media tersebut. Namun, marketer sebenarnya sudah tertarik dengan live video untuk sementara waktu karena studi yang dilakukan oleh Buffer pada tahun 2016 menunjukkan bahwa hingga 42% pemasar memiliki minat khusus terhadap live video pada saat itu. Melalui studi yang dilakukan oleh Cisco , traffic video akan mencapai 80% dari seluruh traffic internet di tahun 2019.

Anda mungkin penasaran mengapa live video populer di antara konsumen? Video selalu menjadi bentuk komunikasi yang sangat interaktif di internet. Live video menyediakan experience yang lebih menyenangkan. Live video bisa dibilang mentah dan tidak sempurna sehingga memperlihatkan keaslian dan sifat manusia pembawa acara dimana ini menciptakan saluran komunikasi yang intim dengan penonton.

Perlu dicatat bahwa pertumbuhan internet berkecepatan tinggi, khususnya internet mobile, juga memiliki banyak pengaruh terhadap pertumbuhan ini. Dengan kecepatan diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2018 serta penyebaran penuh jaringan 4G LTE dan 5G, video diharapkan akan menjadi sesuatu yang standar di ponsel.

Nah, untuk mengikuti tren ini mungkin Anda tidak memerlukan peralatan mewah dan mahal untuk menjangkau audiens Anda. Untuk video langsung, yang Anda butuhkan hanyalah smartphone yang memiliki kamera yang layak. Untuk tahun yang akan datang, kami memiliki beberapa gagasan tentang bagaimana Anda dapat menggunakan video langsung:

Buat Q&A – Apa cara yang lebih baik untuk menjawab pertanyaan pelanggan Anda daripada satu lawan satu? Dengan cara yang sama seperti Anda menjadwalkan obrolan di Twitter, Anda dapat menjadwalkan video langsung dan membiarkan pelanggan Anda tahu bahwa pada waktu dan tanggal tertentu Anda akan menjawab semua pertanyaan mereka dan mereka bahkan mungkin bisa melihat wajah Anda.

Adakan live interview – Alih-alih merekam wawancara dengan para ahli atau pelanggan, Anda sekarang dapat menjamu mereka secara langsung dan membiarkan audiens Anda melihat klip yang belum diedit.

Demonstrasi Produk dan Unboxing – Bila dilakukan dengan benar, unboxing produk bisa menjadi dorongan besar bagi kampanye pemasaran Anda. Dan seolah-olah unboxing di YouTube tidak cukup, Anda sekarang bisa melakukannya secara live!

Liput event dan konferensi – Jika perusahaan Anda secara teratur menyelenggarakan konferensi, pameran, dan acara lainnya, streaming langsung bisa menjadi cara yang bagus untuk menjangkau pemirsa yang tidak hadir secara langsung.

  • Native Advertising akan terus meningkat

Sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kita bahas dulu apa itu native advertising. Native advertising adalah jenis iklan, sebagian besar online, yang sesuai dengan bentuk dan fungsi platform tempat iklan itu muncul. Dalam banyak kasus, ini bermanifestasi sebagai artikel atau video, yang diproduksi oleh pengiklan dengan maksud khusus untuk mempromosikan produk, sembari mencocokkan bentuk dan gaya yang seharusnya terlihat dalam karya staf editorial platform.
Dari $13.9B pada tahun 2016 sampai $21B pada tahun 2018, ini menunjukkan lonjakan 51% hanya dalam dua tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh dua fakta:

  • Penerbit membutuhkan native advertising untuk mendanai operasinya sekarang karena sumber pendapatan tradisional semuanya kering.
  • 86% pembaca baik-baik saja dengan native advertising, asalkan diberi label dengan jelas.

Ketersediaan inventaris berkualitas tinggi dengan mudah dan peningkatan penerimaan pembaca berarti bahwa pengiklan lebih dari sekadar bersedia berinvestasi dalam iklan asli. Ini juga membantu konsumen merespons native advertising dengan lebih baik daripada iklan bergambar. Sebagai satu studi, konsumen 25% lebih cenderung melihat iklan asli. Yahoo juga menemukan bahwa native advertising menyebabkan peningkatan 3,6x dalam pencarian bermerek jika dibanding dengan display advertisement.

Ini, seiring dengan kemunculan platform seperti Outbrain dan Taboola berarti semakin banyak pengiklan yang akan terjun ke kapal pribumi pada tahun 2018 dan seterusnya. Bagi pemasar B2B, native advertisement adalah cara sederhana untuk memecahkan masalah distribusi konten mereka. Kampanye native advertising yang sukses dimulai dengan konten bernilai tinggi. Jika konten Anda tidak dapat menarik perhatian, kampanye asli Anda tidak akan menjangkau hampir sebanyak mungkin orang. Mulailah dengan berinvestasi pada konten bertarget dan mudah dibagikan di niche Anda. Selanjutnya, sign up dengan platform distribusi konten seperti Outbrain dan Taboola. Platform ini akan membantu Anda mengidentifikasi penayang di niche Anda serta inventori dan tarif yang ada.

Simpulan

Content marketing akan terus berlanjut di tahun 2018.

Tapi bagaimana cara Anda membuat dan mendistribusikan konten akan berubah drastis pada tahun 2018. Ada lebih dari 2 juta postingan blog dipublikasikan setiap harinya. Dari entri blog dan update-an social media, ada baiknya Anda melihat perubahan terhadap video dan konten khusus yang fokus pada niche. Video juga akan menjadi salah satu jenis konten yang diminati tidak hanya marketer tetapi juga konsumen.

Manakah dari tren yang menurut Anda akan Anda lakukan? Beri tahu pendapat Anda di kolom komen di bawah!

Kamu ingin mendapatkan konten edukasi secara rutin dan gratis ? Yuk isi form dibawah 🙂

* indicates required
Jenis Konten Edukasi yang diinginkan: