On-Page SEO: Anatomi Web Page yang Optimal

Memang telah banyak artikel yang membahas On-Page SEO, namun kali ini kami akan memberikan penjelasan yang lebih komprehensif sekaligus mudah dimengerti bagi Anda para pemula sekalipun!

On-Page SEO adalah suatu faktor yang dapat memengaruhi page rank. Semakin baik optimasi yang dilakukan, maka semakin besar juga peluang halaman situs Anda ditampilkan di halaman pertama hasil penelusuran mesin pencari semacam Google.

Apabila situs Anda ditampilkan di halaman pertama hasil pencarian, tentunya peluang situs Anda dikunjungi semakin besar. Apalagi bila situs Anda berada di peringkat teratas pada halaman pertama hasil penelusuran. Hal ini akan berdampak pula pada jumlah pengunjung atau pengikut Anda, sebab semakin banyak pengunjung makin besar pula kemungkinan Anda diikuti atau dibeli jasa dan produknya. Intinya, optimasi ini merupakan salah satu cara meningkatkan website traffic di antara banyak cara lainnya.

Suatu mesin penelusur biasanya memiliki cara dalam menentukan halaman situs mana yang lebih berbobot dan pantas disajikan di urutan pertama dari sekian banyak pilihan. Cara tersebut biasa disebut sebagai algoritma pencarian. Contohnya pada Google ada algoritma bagi page rank yang disebut Google Hummingbird. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kita perlu On-Page SEO, sebab kita perlu membuat web page kita disukai oleh mesin penelusur (kontennya dinilai berbobot) bagi mesin penelusur untuk dapat berada di peringkat teratas hasil penelusuran.

Berikut kami paparkan 10 teknik On-Page SEO pada web page Anda

Buatlah URL Anda singkat!

Cukup dengan satu kata yang mudah dieja dan mudah diingat namun dapat menggambarkan tentang website Anda secara keseluruhan. Contohnya apabila Anda membuat suatu situs yang berisi kumpulan resep masakan khas Jawa, URL Anda berbunyi resepmbah.com. Kemudian pada salah satu konten artikel resep Anda mengenai masakan rawon, URL Anda dapat tertera resepmbah.com/rawon. URL tersebut tidak sepanjang URL yang tertera resepmbah.com/2017/7/18/resep-rawon. Semakin pendek URL semakin “disukai” mesin pencari. Membuat URL Anda bersahabat dan mudah diingat seperti contoh di atas juga dapat memudahkan pengunjung untuk mengakses kembali situs Anda dan menginformasikannya kepada pengguna internet yang lain.

Nah, dalam hal membagikan URL situs atau suatu halaman kepada pengguna lain, baik melalui media sosial maupun aplikasi chatting, Anda bisa juga menggunakan berbagai macam layanan mempersingkat link dari beberapa situs. Layanan ini bisa dimanfaatkan agar orang lebih tertarik menuju ke link yang Anda bagikan sebab link yang terlalu panjang cenderung membuat orang malas mengklik tautan yang ada. Berikut adalah beberapa situs yang bisa membantu Anda mempersingkat URL link Anda:

Google URL Shortener

Kunjungi situsnya, masukkan link asal yang ingin diperpendek pada kolom yang tersedia, kemudian klik tombol “Shorten URL”. Maka hasilnya bisa langsung Anda dapatkan.

Bitly URL Shortener

Caranya sama seperti pada Goog.gl URL Shortener, kunjungi situsnya dan masukkan URL Anda pada kolom tersedia lalu klik tombol “Shorten”. Maka Anda akan mendapat hasil link singkatnya di bawah kolom tersebut beberapa saat setelah Anda klik tombol “Shorten”.

Kaitkan Keyword Anda pada URL!

Bayangkan saja bagaimana bila halaman Anda yang berisi resep masakan rawon dengan kata kunci “rawon” memiliki URL resepmbah.com/soto. Tentunya pengunjung situs Anda juga merasa janggal. Cobalah untuk memasukkan keyword atau hal yang berkaitan erat dengan keyword Anda pada URL.

Gunakan LSI Keyword!

Ketika mesin pencari memunculkan kata keyword yang disarankan bagi pengguna, mesin pencari itu akan membidik keyword utama pada judul lalu memeriksa relevansi judulnya dengan isi halamannya. Apabila judul yang ditemui kurang sesuai dengan kontennya, mesin pencari tersebut akan mencari LSI keyword dalam konten itu untuk mendapat kata atau kelompok kata yang berkaitan.

Bayangkan Anda mencari informasi tentang “Apple Fruit”, bagaimana Google membedakan “Apple” yang merupakan buah dengan “Apple” yang merupakan brand perangkat teknologi ternama? LSI inilah yang membantu Google menemukan halaman situs yang lebih pas, yang mungkin memberikan keyword terkait seperti “aroma” “rasa” dan sebagainya yang mengacu pada makanan, tepatnya pada buah. Jadi, gunakanlah suatu LSI keyword yang dimuat minimal sebanyak 3 kali di konten dan punya keyword keterkaitan lainnya juga agar mesin pencari dapat mengenali bahwa kata kunci itu penting. Dengan begitu, lebih mudah konten itu ditemukan dan disarankan mesin penelusur kepada para pengguna Google.

Cara termudah menentukan LSI keyword adalah dengan melihat keyword pada hasil penelusuran terkait di mesin pencari Anda seperti pada gambar di bawah ini.

Buatlah Konten yang Panjang!

Mengapa harus bersusah payah membuat suatu artikel atau konten yang panjang? Karena pada dasarnya, konten yang panjang itu dapat memuat lebih banyak LSI keyword sekaligus dapat dianggap sebagai suatu penjelasan atau pemaparan yang komprehensif dari pertanyaan/ keingintahuan pengunjung akan suatu hal yang Anda bahas di halaman Anda. Mengenai jumlah banyaknya kata yang bisa lebih optimal bagi SEO memang masih jadi perdebatan dari tahun ke tahun di kalangan pakar SEO. Seperti pada 2016 lalu rata-rata pakar SEO dari Amerika menyebut angka 2250 kata sebagai jumlah kata ideal demi optimasi On Page SEO. Namun beberapa pakar lainnya menyatakan apa yang lebih penting adalah bagaimana kualitas kontennya disesuaikan dengan target khalayak media Anda, jumlah kata ideal bisa saja hanya 1000 kata namun frekuensi publikasinya ditingkatkan. Tetapi sekali lagi, yang pasti bila dilogikakan, makin panjang konten Anda maka makin banyak kemungkinan LSI keyword yang terdapat di dalamnya.

Gunakan H1 Tag pada Judul!

Kata kunci yang diletakkan di awal judul lebih baik bila dibandingkan dengan kata kunci yang diletakkan di tengah maupun akhir judul.

Contohnya:

-Resep Rawon Enak

-Cara Membuat Masakan Rawon Enak

Terlepas dari hal lainnya, mesin pencari semacam Google pasti akan mengutamakan halaman yang berjudul “Resep Rawon Enak” karena kata kunci “rawon” dan “enak” terletak lebih awal dibandingkan pada judul “Cara Membuat Masakan Rawon Enak”.

Optimalkan Title Tag Anda untuk Click-Through Rate!

Ada dua hal pasti yang dapat meningkatkan Click-Through Rate Anda. Dua hal tersebut adalah menggunakan angka pada judul artikel/halaman Anda dan menggunakan tanda kurung atau tanda untuk kata tambahan di judul. Berikut beberapa variasi judul yang bisa membantu optimasi On Page SEO Anda dengan contoh topik artikel “Cara-cara meningkatkan jumlah pembeli dalam berbisnis”:

  • 10 Cara Meningkatkan Jumlah Pembeli
  • Meningkatkan Jumlah Pembeli (Cara Cepat dan Tepat)
  • 101 Jalan Mendatangkan Banyak Pembeli [Dijamin Sukses]

Gunakan External Link!

Ada suatu kesalahan kaprah soal hal ini di kalangan para pengguna internet. Anda mungkin menganggap bila Anda memasukkan link milik website lain atau orang lain, maka poin page rank Anda akan berkurang. Padahal itu salah. Bayangkan Anda memasukkan dua external link di halaman artikel Anda, Anda mendapat poin 6, maka kedua external link tersebut masing-masing mendapat poin 3 (lebih sedikit dari Anda). Jadi, jangan khawatir. Sudah merupakan ketentuan Google bahwa external link akan memberi link juice atau poin tambahan di Google page rank. Namun usahakan external link Anda berkualitas. External link yang berkualitas memengaruhi relevansi dan tingkat terpercayanya suatu halaman bagi Google.

Gunakan Internal Link!

Nah, untuk hal ini, mungkin akan lebih mudah Anda mengerti. Anda dapat menautkan link dari halaman atau artikel lama Anda/ arsip yang ada. Misalkan, Anda mempublikasikan suatu artikel tentang optimasi On Page SEO, Anda dapat mengarahkan pengunjung untuk mengunjungi artikel Anda sebelumnya tentang definisi SEO atau dasar-dasar SEO.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menggunakan internal link:

  • Masukkan internal link yang relevan dengan kontennya. Jangan sampai link yang Anda tautkan sebenarnya tidak terlalu relevan dengan konten Anda atau bahkan tidak berkaitan sama sekali. Kesalahan tersebut akan membuat pengunjung Anda kesal.
  • Cobalah untuk tidak mencantumkan kata/ frase umum seperti “Klik di sini” atau “Selengkapnya” sebagai anchor text. Kata-kata seperti itu bukanlah kata yang teroptimasi bagi SEO.
  • Masukkan setidaknya 2-3 internal link sebab jumlah memengaruhi optimasi bagi SEO. Bila suatu halaman sering dihubungkan ke halaman-halaman lainnya, mesin penelusur semacam Google akan menangkap sinyal bahwa halaman di situs itu penting.
  • Posisikan internal link Anda dalam konten secara natural demi kenyamanan pengunjung dan bobot konten yang lebih. Link yang letaknya dalam konten artikel memiliki bobot yang lebih dibandingkan link yang diletakkan pada footer maupun sidebar.

Maksimalkan Kecepatan Loading halaman Anda!

Untuk hal ini, kami menyarankan Anda untuk berinvestasi dengan tepat pada penyedia hosting yang terbaik demi menghindari halaman yang crash karena kepadatan pengunjung. Di Indonesia tersedia suatu penyedia jasa cloud hosting, Dewaweb yang menjamin website Anda tetap online bila ada ledakan pengunjung. Mungkin Anda perlu mencobanya. Beda cloud hosting dengan jasa web hosting biasa atau tradisional adalah, website Anda dikaitkan ke banyak server sehingga bila salah satunya down dapat dipindah ke server lain tanpa mengganti alamat website Anda.

Kemudian, cara lain selain memilih web hosting yang tepat yaitu menggunakan desain tampilan yang mobile friendly. Pada tanggal 21 April 2015 lalu, algoritma Mobilegeddon resmi dirilis oleh Google. Hal ini dikarenakan hampir semua orang yang mengakses internet kini menggunakan perangkat mobile untuk mengunjungi suatu situs hasil penelusuran Google. Untuk menghadapi perkembangan tersebut maka suka atau tidak setiap halaman atau situs perlu menyesuaikan diri, termasuk Anda. Apabila tidak, page rank Anda akan terkena dampak. Sebab algoritma ini menjadi satu faktor dari 200+ Google Ranking Factor yang menjadi pertimbangan Google dalam menyarankan suatu halaman berperingkat tinggi di hasil penelusurannya.

Bagaimana cara mengetahui apakah desain halaman kita sudah mobile friendly atau tidak? Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan acuan untuk mengetahuinya:

  • Situs yang mobile friendly biasanya mendapat keterangan tersebut bila dibuka lewat perangkat mobile di hasil pencarian Google.
  • Tampilan situsnya bisa menyesuaikan ke ukuran atau lebarnya layar perangkat mobile pengunjung secara otomatis.
  • Ukuran teksnya juga bisa secara otomatis menyesuaikan diri ke layar perangkat mobile Anda sehingga Anda tak perlu repot-repot lagi memperbesarnya karena kesulitan membaca teks terpotong atau berukuran tak sesuai.
  • Bila diuji dengan menggunakan tool dari Google di suatu situs, Mobile-Friendly Test, maka hasilnya akan ada keterangan bahwa situs tersebut mobile friendly.

Pakai Aneka Konten Multimedia!

Cara terakhir yang kami bagikan untuk optimasi On Page SEO adalah memuat berbagai konten multimedia semacam gambar, cuplikan gambar, grafik dsb. Bagaimanapun juga komunikasi visual semacam ini jauh lebih disukai pembaca bila sesuai konteks. Seandainya tulisan Anda ingin menjelaskan tahapan pembuatan akun Facebook, maka akan lebih efektif bila Anda memasukkan konten gambar disertai uraian singkat mengenai tahapannya. Coba bandingkan dengan kondisi jika Anda tak menggunakan gambar, maka Anda perlu mendeskripsikan hal tersebut secara rinci hingga pembaca mengerti atau malah membuat pembaca bingung. Seperti yang telah kami bagikan di artikel sebelumnya bahwa konten berkualitas dengan kata dan angka yang setumpuk belum tentu menarik bagi pembaca. “Show don’t tell!” adalah prinsip yang baik untuk Anda terapkan. Seandainya juga Anda ingin membuat konten dalam bentuk tulisan, cobalah aktifkan imajinasi mereka atau panca indera mereka dengan deskripsi yang menarik dan jelas.

Itulah cara-cara mengoptimasi On-Page SEO website atau situs Anda. Namun perlu diingat, tidak ada hasil instan bagi SEO. Anda perlu konsistensi dalam menjaga perkembangannya, memantau setiap konten atau situs Anda setiap waktu. Selain itu Anda perlu terus mencari pengetahuan SEO lainnya sesuai perkembangan informasi dan teknologi yang ada. Artikel ini hanya membahas satu dari sekian banyaknya cara optimasi bagi SEO.