Panduan Lengkap SEO Update 2018

Panduan Lengkap SEO 2018 - Dewaweb

Ada banyak tips-tips SEO yang bisa Anda dapat dari berbagai sumber, namun kami bisa menjamin panduan SEO dari kami yang satu ini lengkap dan mudah dimengerti. Lalu, mengapa Anda perlu update tips SEO terbaru 2018? Karena pada dasarnya tips-tips SEO yang ada memang terus berkembang sesuai perkembangan yang ada pada algoritma mesin penelusur semacam Google. Inilah mengapa para pakar SEO terus menguji berbagai cara untuk mencapai peringkat tinggi di halaman hasil penelusuran.

SEO sendiri secara sederhana adalah proses yang dilakukan untuk mengoptimasi page atau website Anda secara keseluruhan bagi mesin penelusur . Lalu apa manfaat SEO? Sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa Anda raih. Jika Anda berada di halaman pertama dari hasil penelusuran Google, ada kemungkinan web visitor Anda meningkat. Mengapa? Karena pengguna internet cenderung membuka tautan page yang ada di peringkat atas di halaman pertama dari mesin penelusur yang mereka pakai.

Jika Anda bergerak di bidang e-commerce, hal ini tentunya akan sangat menguntungkan karena pengunjung yang meningkat juga berarti calon konsumen atau klien potensial meningkat. Sebelumnya kami juga pernah membuat panduan lengkap e-commerce 2018 .

Jadi, jika Anda telah mengetahui keuntungan yang bisa Anda dapat dari proses SEO ini, mengapa tidak memulainya dari sekarang? Baca lebih lengkap panduan kami berikut!

RankBrain dari Google

Sistem ini dirilis secara resmi oleh Google pada awal tahun 2015. Anda dapat menonton kembali tayangan wawancara Bloomberg soal RankBrain dengan pihak Google . Pihak Google menyatakan bahwa RankBrain ini menjadi ranking factor terpenting ketiga, yang dapat memengaruhi hasil pencarian pada mesin penelusurnya .

RankBrain adalah mesin pembelajaran – kecerdasan buatan yang membantu Google dalam memproses hasil penelusuran. Secara sederhana, RankBrain bekerja mengukur bagaimana para pengguna saling berinteraksi dengan hasil penelusuran , baru setelahnya menentukan ranking dari berbagai page yang ada.

RankBrain fokus ke dua hal penting berikut:

  1. Seberapa lama seorang pengguna interner menghabiskan waktu di page Anda
  2. Berapa presentase pengguna yang klik hasil pencarian – page Anda

Dari dua hal berikut, kami akan membahasnya satu per satu agar Anda tahu optimasi apa yang bisa dilakukan terhadapnya.

Aspek pertama soal waktu itu disebut dengan Dwell Time. Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Search Engine Land , Dwell Time rata-rata yang bagus agar masuk ke 10 besar hasil pencarian Google adalah 3 menit 10 detik lamanya. Bila Anda tak percaya, coba tinjau dari Google Analytics Anda.

Sebenarnya, soal Dwell Time ini sangat masuk akal untuk dijadikan faktor ranking. Mengapa? Karena jika pengguna internet menghabiskan cukup banyak waktu di page atau halaman pada website Anda, maka pengguna itu menyukai kontennya. Nah, semakin banyak orang yang melakukan hal sama di page Anda, maka Google akan menaikkan ranking kontennya sehingga dapat lebih mudah dicari oleh orang lainnya.

Jadi bagaimana membuat pengunjung betah di page Anda? Hal pertama tentunya adalah pastikan page Anda dapat ditampilkan dengan cepat. Jika tidak, pengunjung Anda akan segera keluar dari page Anda. Sebenarnya, bila Anda menggunakan hosting murah tapi bagus, Anda bisa menjamin kecepatan loading page Anda. Selain itu, bila website Anda padat pengunjung Anda bisa terhindar dari crash atau melambatnya loading page.

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah konten, tentu Anda perlu membuat konten menarik dan berkualitas . Hal ini akan kami bahas di bagian berikutnya. Sebelumnya, mari kita membahas soal aspek kedua dari RankBrain yaitu click through rate!

Click Through Rate (CTR)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya pada aspek kedua RankBrain, CTR ini berkaitan dengan berapa presentase pengguna yang klik pada tautan di hasil pencarian. Anda perlu memperhatikan CTR Anda, tidak hanya karena faktor RankBrain tetapi juga munculnya tipe-tipe hasil penelusuran selain tautan page biasa yang memuat page Anda.

Kami mencoba mengetik keyword “baju murah” di mesin penelusur Google. Hasilnya secara berturut-turut adalah tiga jenis hasil telusur seperti di bawah ini:

Result Page Sponsored Google

Kolom hasil pencarian yang disponsori oleh Google.

Result Page Ad Google

Kolom hasil pencarian, iklan yang berbayar.

Result Page Location Google

Dan, ada juga kolom hasil pencarian berdasarkan lokasi seperti cuplikan gambar di atas. Kolom Answer Boxes, Ads, Carousels dan“People also ask” akan lebih menarik untuk di-klik oleh pengguna mesin penelusur kecuali Anda berusaha meningkatkan peluang CTR Anda. Bagaimana caranya?

Pertama, Anda bisa mengubah judul konten menjadi lebih menarik untuk di-klik dengan menyertakan angka . Mengapa? Karena secara psikologis, kebanyakan orang suka akan daftar atau yang biasa disebut list. Telah banyak penelitian yang bisa membuktikan bahwa judul yang memuat angka-angka dapat meningkatkan presentase CTR. Selain itu, usahakan agar link posting bersifat deskriptif sesuai dengan judul konten Anda. Anda dapat melihat contohnya pada cuplikan gambar konten kami di bawah ini:

Result Page WordPress Security Dewaweb

Selanjutnya, gunakan kata-kata yang bersifat “emotional hook” . Contohnya apa saja? Kata-kata seperti “jitu”, “sukses”, dan sebagainya. Walaupun cara seperti ini terlihat konyol, sifat pasar yang ada memang menunjukkan adanya ketertarikan lebih terhadap jenis-jenis yang seperti ini.

Terakhir, sebenarnya ada cara yang bisa Anda lakukan agar Google melakukan feature terhadap konten Anda sehingga page Anda jadi Featured Snippet , muncul di kolom khusus dan berada di posisi teratas Google. Kami telah membuat panduan khusus sebelumnya di artikel yang berjudul Tips SEO Google SERP Snippet .

Mobile-first Index dari Google

Pada November 2016, Google mengumumkan bahwa mereka beralih fokus ke pengguna mobile dengan “mobile-first index”. Ini juga berarti Google akan mempertimbangkan versi mobile dari website Anda sebagai versi sebenarnya atau yang utama dari Anda.

Sebenarnya apa yang dilakukan Google ini sangat masuk akal mengingat sebagian besar penelusuran yang dilakukan berasal dari perangkat mobile. Dan angka atau jumlah penggunaan perangkat mobile untuk penelusuran tentunya akan semakin bertambah, seiring dengan bertambahnya jumlah pemakaian perangkat mobile itu sendiri.

Inilah mengapa Anda harus menyiapkan website Anda bagi mobile-first index dari Google. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkannya.

Pertama, buatlah konten Anda tampak konsisten baik di desktop maupun perangkat mobile. Kadang-kadang, orang menyembunyikan sebagian konten mereka di versi mobile dari page mereka. Mereka menyediakan tombol “More” atau “Click to read more”. Bagi Google, ini akan menjadi masalah. Anda lebih baik menampilkan 100% dari konten Anda di kedua versi, baik pada desktop maupun mobile.

Kedua, migrasikan m-dot domain Anda menjadi website yang berdesain yang lebih responsif. Alasannya sekarang, Google memiliki indeks desktop pertama. Bila tidak, Google tidak benar-benar mengindeks m-dot Anda. Google hanya hanya akan membubuhi keterangan URL m-dot, tapi tidak ada pengindeksan sebenarnya dari konten m-dot Anda. Jadi jika Anda perlu melakukan migrasi dari m-dot ke www sekarang. Nantinya Google tidak perlu mengindeks apapun, hanya memperbaharui anotasi selulernya agar bisa menyatakan bahwa situs web utamanya sudah mobile-friendly karena bersifat responsif.

Ketiga, pastikan website Anda sudah mobile-friendly dalam artian dapat bekerja secara baik di smartphone maupun tablet. Tampilan website Anda pun perlu dimunculkan secara maksimal, sesuai dengan ukuran layar perangkat mobile yang digunakan. Seperti yang sempat kami bahas di awal soal RankBrain, Google akan benar-benar mengukur interaksi yang terjadi antara pengguna dan website Anda. Bagaimana bila tampilan website Anda terlalu berat bagi perangkat mobile dan pengguna tidak sabar menunggu lalu keluar dari halaman Anda? Untuk menguji apakah website Anda sudah mobile-friendly atau belum, kami menyarankan Anda untuk menggunakan tool pengujian dari Google .

Google Mobile Friendly Test

Anda tinggal memasukkan alamat website Anda dan klik “Run Test”. Hasilnya akan ditampilkan seperti pada cuplikan gambar di bawah ini:

Google Mobile Friendly Test Result

Bila website Anda terdapat masalah, alat penguji dari Google juga akan memberitahu Anda apa masalahnya dan bagaimana solusi yang direkomendasikan. Dengan begitu, Anda bisa langsung mendeteksi di page mana atau bagian apa yang terjadi masalah dan Anda dapat segera memperbaikinya.

Konten Komprehensif

Jika dulu Google akan lebih berfokus ke seberapa banyak dan akurat keyword yang Anda gunakan dengan kata kunci yang dimasukkan ke dalam kolom penelusuran, kini Google menjadi lebih pintar dengan perkembangan algoritma yang ada. Memang Google akan tetap mempertimbangkan adanya keyword pada title tag, URL, image ALT text, Description Tag dan H1 Tag (untuk info lebih lanjut, baca Panduan Keyword Research yang kami buat sebelumnya). Namun, seberapa mendalam pembahasan pada konten Anda akan jadi hal utama untuk menentukan apakah akan di-index dan ditampilkan Google pada halaman hasil penelusuran.

Nah, sekarang persoalannya adalah bagaimana agar Anda dapat membuat konten yang mendalam atau biasa disebut “in-depth”. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Pertama, panjangkan konten Anda . Kami mengetahui adanya perdebatan sengit yang terjadi soal berapa panjang konten yang optimal bagi mesin penelusur. Tetapi logikanya, bagaimana mungkin page yang hanya berisi lima baris kalimat soal suatu topik dapat memenangkan persaingan dengan konten-konten mendalam dan lengkap lainnya di halaman hasil penelusuran Google?

Soal berapa banyak kata yang pas, kami sendiri selalu mengusahakan setidaknya 2000 kata di setiap konten yang kami buat. Sebanyak itu cukup untuk mengakomodasi seluruh info yang dibutuhkan Google bagi perlakuan indeks.

Selain itu, tambahkan LSI keyword . Apa itu LSI keyword? LSI keyword adalah seluruh kata atau frasa yang berkaitan dengan keyword utama Anda. Misalkan, Anda akan membahas topik “Diet Sehat”. Maka LSI keyword Anda adalah “nutrisi”, “resep diet”, “menurunkan berat badan”, dan sebagainya.

Jadi, ketika Google menemukan LSI keyword Anda sebanyak mungkin, mesin pintar ini akan berpikir konten Anda komprehensif dan kandidat paling tepat untuk ditampilkan di halaman utama hasil pencarian.

Cara termudah untuk menemukan LSI keyword Anda adalah dengan mencoba mencari kata kunci utama Anda di Google dan melihat hasil pencarian terkait yang muncul di bagian bawah hasil pencarian Anda.

Konten Video

Konten berupa video sedang ramai-ramainya diakses oleh pengguna internet kini. Bagaimana kami bisa yakin akan hal ini? Kami sempat membaca laporan content marketing yang dibuat oleh HubSpot yang menyatakan ada 43% dari populasi pengguna internet yang menginginkan konten berupa video. Selain itu ada juga ramalan dari Cisco yang dipublikasikan TechCrunch , menyatakan bahwa pada tahun 2021 online video akan jadi 80% sumber traffic di internet.

Jadi, manfaatkan YouTube ꟷ platform video yang bervolume pencarian terbesar di mesin penelusur . Ada banyak cara untuk memanfaatkan rating YouTube. Anda bisa banyak mengutip dan menghubungkan atau bangun link ke video-video yang sudah ada di YouTube. Atau, Anda bisa juga membagi fokus Anda dengan mengelola akun YouTube Anda. Sebenarnya, Anda tak perlu membuat video di YouTube secara rutin, yang harus Anda fokuskan adalah bagaimana sedikitnya video Anda terus menghasilkan peningkatan jumlah viewer.

Kami juga menyarankan Anda untuk melakukan embedding video ke page pada website Anda . Karena hal ini bisa menahan pengunjung untuk menghabiskan waktu lebih lama di page Anda. Seperti yang sebelumnya kami telah bahas terkait RankBrain dari Google.

Konten dengan Link Berkualitas

Kami telah banyak membahas soal ini di artikel-artikel kami sebelumnya. Jadi, kali ini kami akan memberikan panduan umumnya saja bagi Anda. Selanjutnya, Anda dapat membaca Link Building dan Tier Backlink .

Link building itu sendiri merupakan usaha Anda menghubungkan satu konten atau page ke konten atau page lain, baik dari website Anda ke website Anda sendiri maupun dari website Anda ke website lain.

Hal ini sebenarnya dilakukan agar Anda dapat meningkatkan domain authority website Anda . Otoritas website ini penting agar mesin penelusur semacam Google dapat menilai baik reputasi Anda. Maka, dari mana dan ke mana Anda membangun link wajib diperhatikan.

Bila Anda ingin membangun link ke website lain dengan menyelipkan tautan tertentu di dalam konten Anda, hal pertama yang perlu Anda lihat adalah apakah website lain itu bereputasi bagus. Bila website tersebut memiliki banyak pengunjung, biasanya ini berarti website tersebut bagus untuk ditautkan ke website Anda. Apa keuntungan spesifiknya? Nilai atau poin domain authority Anda akan didongkrak oleh website tersebut.

Selain itu, bila Anda membangun link ke website Anda sendiri, jangan menggunakan prinsip click-bait bila Anda tidak mau pengunjung keluar secara cepat dari page Anda . Mengapa bisa demikian? Bila Anda menggunakan anchor text yang tidak sesuai dengan isi konten yang diharapkan muncul di layar pengunjung, pengunjung tersebut akan kesal atau kecewa dan segera keluar dari page yang Anda tautkan di website Anda tersebut.

Sekali lagi, terkait RankBrain, usahakan agar bounce-rate Anda rendah. Bagaimana caranya supaya pengunjung betah berlama-lama di page Anda.

Simpulan

Melalui artikel yang kami buat ini, Anda telah mendapat panduan lengkap yang paling update soal SEO. Perkembangan algoritma mesin penelusur dan tren di kalangan pengguna internet sangat berpengaruh pada aspek-aspek SEO yang perlu Anda perhatikan dan optimalkan . Ada beberapa hal yang memang masih menjadi aspek penting SEO terkini. Hal-hal itu seperti pembuatan konten yang komprehensif dan membangun link yang berkualitas di website Anda. Beberapa hal lainnya seperti penautan video di konten, CTR, mobile first-index dan RankBrain dari Google mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Memang tidak akan ada hasil instan dari proses SEO yang Anda lakukan, namun Anda perlu memulainya dari sekarang. Selamat mengoptimasi website Anda! Semoga berhasil!

Kamu ingin mendapatkan konten edukasi secara rutin dan gratis ? Yuk isi form dibawah 🙂

* indicates required
Jenis Konten Edukasi yang diinginkan