7 Strategi Content Marketing Untuk Bisnis Anda

7 Strategi Content Marketing Untuk Bisnis Anda Dewaweb

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah online marketing . Online marketing sendiri terdiri dari banyak macam. Salah satu jenisnya yang sering terlupakan padahal sebenarnya efektif adalah content marketing.

Entah Anda baru memulai dengan content marketing atau Anda telah menggunakan strategi yang sama untuk beberapa waktu, tidak ada salahnya untuk meninjau kembali rencana strategi konten Anda – untuk memastikannya selalu mutakhir, inovatif, dan kuat.

Maka dari itu penting untuk memiliki rencana content marketing yang solid dan cerdas. Jika Anda mengalami kesulitan untuk merencanakan strategi content marketing untuk tahun yang akan datang atau memerlukan beberapa gagasan baru untuk disertakan dalam rencana Anda, baca artikel ini.

Sebelum kita membahas strateginya, mari kita bahas dulu apa itu content marketing.

Definisi Content Marketing

Menurut Content Marketing Institute , content marketing bisa didefinisikan sebagai sebuah strategi marketing yang fokus dalam membuat dan mendistribusikan konten yang berharga, relevan, dan konsisten untuk menarik dan mendapatkan audience dengan tujuan akhir untuk menghasilkan keuntungan bagi sebuah bisnis.

Saat ini, sudah banyak pemain digital marketing yang menyadari pentingnya content marketing sebagai bagian dari strategi marketing mereka. Menurut sebuah survey oleh Content Marketing Institute , 70% marketers bisnis B2B mengatakan bahwa mereka membuat lebih banyak konten di tahun 2017 ini jika dibanding tahun 2016.

Mengapa Bisnis Memerlukan Content Marketing?

Pentingnya content marketing telah berkembang secara signifikan. Content marketing adalah salah satu cara paling efektif bagi Anda pebisnis online untuk memasarkan bisnis Anda. Ini dikarenakan pelanggan hanya memilih untuk berinteraksi dengan konten yang menarik minat mereka, berlawanan dengan marketing tradisional.

Secara statistik, content marketing dapat meningkatkan conversion rate Anda sebesar 6 kali lipat. Menurut sebuah studi , rata-rata conversion rate sebuah website yang mengaplikasikan content marketing adalah 2,9%. Sementara website yang tidak melakukan content marketing hanya mendapat rata-rata conversion rate sebesar 0,5%.

Jika Anda masih tidak yakin dengan keefektifan content marketing, masih banyak studi yang dapat membantu menjelaskan mengapa Anda memerlukan content marketing. Demand Metric memiliki beberapa bukti bahwa content marketing adalah strategi marketing yang efektif.

Efektivitas Content Marketing dewaweb

Content marketing dianggap sebagai strategi marketing yang harus dilakukan karena konten berbicara langsung kepada pelanggan Anda. Dengan adanya konten, Anda bisa meningkatkan komunikasi antara merek dan klien, baik dalam hal yang Anda katakan dan seberapa kuat dampaknya terhadap mereka.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat terbantu dengan adanya content marketing:

Brand Awareness

Seperti yang ditemukan oleh Demand Metric, pelanggan merasakan hubungan yang lebih dekat dan lebih positif dengan merek yang menghasilkan konten khusus, sehingga membuat strategi konten menjadi alat yang sangat berharga untuk memperkuat hubungan pelanggan.

Semakin sukses konten Anda, semakin banyak orang akan mengingat merek Anda dan menciptakan asosiasi positif dengannya. Jika Anda bekerja ekstra untuk menerbitkan konten yang memiliki nilai seperti misalnya panduan lengkap, Anda bahkan dapat dilihat sebagai expert di niche Anda.

Search Engine Optimisation (SEO)

Menerbitkan konten textual akan meningkatkan SEO Anda, asalkan Anda mengikuti berbagai tips SEO . Ingat penggunaan keyword dalam SEO harus bisa sealami mungkin – overloading postingan Anda dengan kata kunci tidak akan luput dari perhatian, dan mungkin memiliki efek buruk pada reputasi Anda.

Memperluas Target Konsumen Anda

Social media bisa menjadi strategi untuk bertemu orang-orang baru. Bergabunglah dengan pelanggan di social media, setelah artikel Anda diposkan ulang, dan menulis guest post adalah strategi yang sangat baik untuk menarik pelanggan dan mendapatkan nama Anda di luar sana.

Bahkan hanya dengan konten yang memiliki nilai, Anda bisa mencapai poin ini. Jika pos Anda menunjukkan nilai, maka akan diposting dan dibagikan. Perkenalan kepada brand Anda melalui artikel yang menarik akan membantu menarik pelanggan baru.

Mempengaruhi Konversi

Jika orang menikmati konten Anda, mereka akan merasakan koneksi yang lebih dekat dengan brand, lebih mempercayai brand tersebut, dan karena itu lebih terbuka terhadap konversi. Link-to-action atau link ke produk yang ditempatkan dengan baik dalam artikel Anda dapat berdampak baik bagi keseluruhan strategi konten Anda dengan mengarahkan pengguna ke page yang sesuai dengan kebutuhannya.

Membangun Loyalty

Konten yang menarik dapat membawa pelanggan kembali setelah melakukan pembelian dan membuat merek Anda lebih bermanfaat daripada membeli produk. Ini membantu Anda menghasilkan pembelian berulang.

7 Strategi Content Marketing

 1. Tentukan tujuan marketing Anda

Mengapa Anda ingin memulai perencanaan content marketing? Apa tujuan Anda? Apa yang membuat Anda tertarik mulai membuat konten? Mengetahui tujuan apa yang ingin Anda capai sebelum Anda memulai perencanaan dapat membantu Anda menentukan hal-hal seperti apa yang cocok untuk dimasukkan dalam strategi content marketing Anda.

2. Lakukan research buyer persona

Untuk melakukan strategi yang sukses, Anda perlu mengetahui target audience Anda. Ini juga biasa dikenal sebagai buyer persona .

Bagi Anda yang mungkin baru di bidang marketing, buyer persona adalah salah satu hal yang penting. Dengan Anda mengetahui target audience Anda, Anda bisa membuat konten yang lebih relevan dan menarik bagi para audience agar nantinya mereka mau membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Jika Anda sudah memiliki pengalaman di bidang marketing, target audience Anda bisa saja berubah. Apakah Anda mau menargetkan audience baru atau mungkin memperluas target audience Anda? Apakah Anda lebih memilih untuk menargetkan audience yang sama? Merefleksikan kembali audience Anda dengan melakukan market research setiap tahun dapat bermanfaat agar Anda dapat mengevaluasi strategi marketing Anda.

3. Lakukan Audit Konten

Kebanyakan orang memulai content marketing dengan membuat blog post. Tetapi Anda juga bisa membuat jenis konten lain yang Anda pikir dapat membantu bisnis Anda. Misalnya, jika Anda memposting blog post setiap minggu, Anda bisa membuat sebuah ebook untuk menggabungkan berbagai blog post Anda yang memiliki tema yang sama untuk menjadikannya sebuah panduan lengkap. Kita akan membahas jenis-jenis konten di bagian bawah artikel ini.

Jika Anda sudah mengeluarkan banyak konten, ada baiknya Anda melakukan evaluasi dan review konten-konten yang sudah Anda buat. Lihat hasilnya – apakah mereka membantu conversion rate Anda? Atau mungkin konten-konten Anda membantu meningkatkan brand awareness serta traffic website Anda. Dari situ Anda kemudian bisa memikirkan apa yang sebaiknya Anda lakukan di tahun selanjutnya.

4. Pilih Sebuah Content Management System

Content management system (atau sistem manajemen konten) adalah aplikasi komputer yang mendukung pembuatan dan modifikasi konten digital. Beberapa fitur yang harus ada di sebuah content management system yang baik adalah content creation (pembuatan konten), content publication (perilisan konten), dan content analytics (analisis konten).

Berikut adalah artikel kami mengenai beberapa CMS yang tersedia jika Anda menggunakan Dewaweb sebagai hosting Anda.

5. Pikirkan ide-ide konten Anda

Sekarang, saatnya memulai ide untuk konten-konten Anda berikutnya. Berikut adalah beberapa tools yang bisa membantu Anda:

HubSpot Website Grader

Ini adalah tool yang dapat Anda gunakan saat Anda ingin melihat bagaimana progress marketing Anda. Mulai dari usaha blogging Anda sampai social media marketing , Website Grader memberi nilai pada area penting dalam pemasaran Anda dan mengirimkan laporan terperinci untuk membantu Anda mengoptimalkan dan memperbaiki setiap area. Dengan tool ini, Anda bisa mengetahui bagaimana cara untuk membuat website Anda agar lebih SEO-friendly dan menemukan ide konten baru.

What To Write

Cari ide untuk konten Anda dengan generator gagasan konten What To Write. Tool ini akan memberi Anda beberapa pertanyaan yang akan membantu memulai brainstorming Anda. Ini juga menghasilkan beberapa ide posting blog untuk Anda setelah Anda menyelesaikan pertanyaan, sehingga Anda dapat menggunakan gagasan itu dalam rencana pemasaran konten Anda.

Feedly

Umpan RSS yang populer ini adalah cara yang bagus untuk melacak topik yang sedang populer di industri Anda dan menemukan ide konten.

BuzzSumo

Temukan ide konten dan konten populer di BuzzSumo. BuzzSumo menggunakan share social media untuk menentukan apakah ada konten yang populer dan disukai, jadi informasi ini akan membantu Anda melihat gagasan konten mana yang akan berhasil dengan baik.

Content Forest

Content Forest menawarkan alat gratis, yang meliputi KeywordKiwi dan ContentIdeator . Tools ini akan membantu Anda menemukan konten populer milik kompetitor Anda, kata kunci efektif untuk digunakan dalam konten Anda, dan gagasan konten dalam satu tempat.

Blog Post Headline Analyzer

Tools CoSchedule menganalisis headlines dan titles serta memberikan feedback mengenai volume kata kunci, kata pilihan, tata bahasa, dan kata kunci yang panjang. Jika Anda memiliki gagasan, jalankan beberapa opsi judul melalui Headline Analyzer untuk melihat bagaimana Anda bisa membuatnya lebih kuat, dan untuk memindahkan gagasan Anda lebih jauh lagi dalam proses brainstorming.

6. Tentukan Jenis Konten Apa yang Ingin Anda Buat

Seperti yang dibahas di atas, jenis konten juga dapat mempengaruhi bagaimana konten Anda dapat menarik perhatian orang banyak. Setelah Anda memikirkan topik-topik apa saja yang ingin Anda bahas, Anda kemudian perlu memikirkan jenis konten apa yang ingin Anda buat. Ada berbagai jenis konten yang bisa Anda pilih. Berikut adalah beberapa format konten yang paling banyak digunakan:

  • Blog post

Blog post adalah jenis konten yang paling sering digunakan dalam content marketing. Blog post biasanya tersedia di website Anda dan dirilis secara rutin untuk menarik pengunjung baru ke website Anda. Post Anda harus memiliki nilai agar audience Anda tertarik untuk membaca dan membagikannya melalui social media. Blog post direkomendasikan agar terdiri dari 1000 – 2000 kata, tapi Anda boleh bereksperimen untuk melihat apakah audience Anda lebih menyukai artikel yang panjang atau lebih pendek.

  • Ebooks

Ebooks adalah tools untuk mengumpulkan lead yang dapat diunduh oleh konsumen potensial setelah mengirimkan formulir utama (seperti misalnya bergabung dengan newsletter Anda) dengan informasi kontak mereka. Ebooks biasanya lebih panjang, lebih mendalam, dan dipublikasikan lebih jarang daripada postingan blog, yang ditulis untuk menarik pengunjung ke situs web.

Ebooks adalah langkah selanjutnya dalam proses pemasaran inbound: Setelah membaca posting blog (seperti yang ini), pengunjung mungkin menginginkan lebih banyak konten dari sebuah ebook dan mengirimkan informasi kontak mereka untuk mempelajari lebih banyak informasi berharga untuk bisnis mereka.

  • Template

Template adalah format konten yang praktis untuk dicoba karena menghasilkan lead untuk Anda sambil memberikan nilai yang lebih tinggi kepada audience Anda. Saat Anda memberi audience template untuk menghemat waktu dan membantu mereka sukses, mereka cenderung akan lebih terlibat dengan konten Anda di masa yang akan datang.

  • Infographics

Infographics dapat mengatur dan memvisualisasikan data dengan cara yang lebih meyakinkan daripada kata-kata saja. Ini adalah format konten yang bagus untuk digunakan jika Anda mencoba berbagi banyak data dengan cara yang jelas dan mudah dimengerti. Jika Anda tertarik untuk membuat infographics, kami sudah menyiapkan artikel tentang tools yang bisa Anda gunakan untuk membuat infographics dengan mudah .

  • Video

Video adalah media konten yang sangat menarik yang dapat dibagikan di seluruh platform media sosial dan situs web. Video memerlukan investasi waktu dan sumber daya yang lebih besar daripada konten tertulis, namun dengan meningkatnya popularitas visual marketing, (konten video lebih mungkin dibagikan melalui social media sebesar 40X daripada jenis konten lainnya ) ini merupakan jenis konten yang patut dicoba.

  • Podcast

Memulai podcast akan membantu audience menemukan merek Anda jika mereka tidak mempunyai waktu atau minat untuk membaca konten setiap hari. Jumlah pendengar podcast semakin berkembang – pada tahun 2016, diperkirakan 57 juta orang mendengarkan podcast setiap bulannya. Jika Anda memiliki orang yang menarik untuk diwawancarai atau melakukan percakapan dengan host, pertimbangkan podcasting sebagai format konten lain untuk bereksperimen.

  • External Content

Setelah Anda secara teratur mempublikasikan konten di situs Anda sendiri untuk sementara waktu, mungkin sudah waktunya untuk mulai memikirkan untuk mendistribusikan konten Anda di situs lain. Hal ini bisa memerlukan beberapa hal:

  • Penerbitan konten situs web di situs media sosial, seperti LinkedIn
  • Menggantikan konten ke dalam format baru dan mempublikasikannya di blog atau situs media sosial Anda
  • Membuat konten asli khusus untuk situs eksternal, seperti Medium .

Bila Anda siap untuk lebih banyak gagasan, ada banyak jenis konten berbeda untuk mendiversifikasi situs web Anda. Berikut adalah beberapa jenis konten yang bisa Anda buat untuk content marketing bisnis Anda.

Jenis Format Content Marketing

7. Kelola Konten Anda Menggunakan Kalendar Editorial

Selamat!

Anda telah melakukan audit Anda, menentukan audience dan sasaran strategi konten Anda. Sekarang, yang perlu Anda lakukan adalah mengatur dan mengelola konten Anda. Untuk melakukan ini, Anda bisa memanfaatkan kalender editorial.

Contoh Kalendar Editorial

Singkatnya, kalender editorial adalah dokumen kerja yang memberi semua orang yang terlibat dalam upaya konten Anda dengan informasi yang mereka butuhkan untuk memproduksi, menyampaikan, dan mempromosikan rencana strategi konten. Kalender editorial Anda perlu menjawab pertanyaan kritis siapa, di mana, kapan, dan mengapa strategi konten Anda:

Siapa? Siapa di tim konten Anda yang bertanggung jawab atas pembuatan, pengeposan, dan promosi konten? Selain itu, pertanyaan ini juga menanyakan kepada siapa Anda menargetkan konten ini? Pelanggan, prospek, pasar secara keseluruhan?

Apa tujuan dari konten? Informasi apa yang akan disertakan dan apa tindakan klien yang Anda inginkan setelah mereka membaca konten Anda?

Selain itu, format apa yang akan diambil kontennya? Apakah itu video, posting blog, infographic, atau podcast? Ingatlah bahwa banyak konten yang Anda buat dapat direposisikan ulang dalam format lain. Sebuah posting blog dapat dengan mudah diubah menjadi infografis, misalnya. Kalender editorial adalah tempat yang baik untuk mencatat apa yang bisa diubah formatnya.

Saluran apa yang akan Anda gunakan untuk mempromosikan konten? Ini bisa termasuk social media milik Anda seperti Facebook Page, blog, situs web, saluran YouTube, newsletter, dll. Anda juga dapat menyertakan promosi berbayar yang selanjutnya mempromosikan konten Anda.

Kalender editorial juga merupakan tempat yang baik untuk menjaga agar URL yang terkait dengan konten Anda telah diposkan.

Kapan Anda perlu merencanakan semua tanggal penting yang terkait dengan pembuatan dan pendistribusian konten Anda? Pastikan untuk memberi cukup waktu untuk pengembangan elemen tertulis atau visual yang ingin disertakan dengan konten Anda, termasuk gambar, ilustrasi untuk infografis, dan grafik.

Mengapa Anda membuat konten ini? Hasil apa yang Anda harapkan bisa terima dari usaha ini? Memetakan informasi ini memastikan konten Anda sesuai dengan tujuan organisasi Anda, dan juga dapat menunjukkan kepada Anda di mana Anda perlu menambahkan sumber daya tambahan.

Anda juga ingin mencatat hasil yang Anda dapatkan dari aktivitas pemasaran konten Anda. Termasuk rincian tentang hasil sebenarnya membantu Anda memahami di mana kesuksesan Anda dan memungkinkan Anda mempersiapkan audit konten berikutnya.

Simpulan

Memang terkesan banyak yang harus dilakukan untuk melakukan content marekting. Memang dibutuhkan waktu, organisasi, dan kreativitas untuk menumbuhkan strategi pemasaran konten yang sukses. Membangun fondasi rencana content marketing Anda, memanfaatkan tools untuk mengelola konten dengan lebih baik, dan menyiapkan strategi Anda untuk tahun baru tidak akan merepotkan jika Anda mengikuti langkah-langkah di atas. Selamat mencoba!

Kamu ingin mendapatkan konten edukasi secara rutin dan gratis ? Yuk isi form dibawah 🙂

* indicates required
Jenis Konten Edukasi yang diinginkan
Posted in: