WP Fastest Cache: Panduan dan Review

Anda pasti sudah tahu bahwa kecepatan loading website adalah salah satu faktor yang dapat menentukan apakah seseorang akan mengunjungi website Anda. Anda juga pasti sudah tahu dan mengerti bahwa kecepatan loading situs juga merupakan faktor penting dari on-page SEO.

Memang ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kecepatan loading website, tetapi salah satu cara yang paling jitu adalah dengan caching.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Google menyukai situs yang lebih cepat. Kita semua menyukai situs yang lebih cepat. Salah satu faktor penyebab munculnya sebuah halaman website di halaman pertama hasil pencarian Google termasuk kecepatan situs dan waktu responsnya. Jika waktu loading website Anda cenderung lama, Google akan memberi penalti kepada website Anda dan mendorong peringkat Anda di halaman hasil pencarian ke bawah. Tetapi Anda tak perlu khawatir, Anda dapat menghindari penalti dari Google Panda dengan mencoba mengenali apa saja yang biasa dikenakan penalti oleh mesin penelusur tersebut.

Caching adalah faktor fundamental dalam menentukan kinerja keseluruhan situs. Terutama di WordPress, karena caching membantu menghasilkan halaman HTML secara dinamis – dengan menggunakan kode PHP ditambah dengan query database MySQL. Dengan protokol caching yang dikonfigurasi dengan benar, situs WordPress Anda dapat dipesan lebih cepat. Ini membantu mempercepat waktu loading situs Anda secara gratis! Mempercepat situs WordPress Anda dapat digunakan dalam 3 cara utama:

  • Gunakan server high end yang sangat kuat
  • Gunakan Jaringan Pengiriman Konten (Content Delivery Network / CDN)
  • Gunakan Konfigurasi Caching WordPress

Dua poin pertama yang disebutkan bisa sangat mahal dan biasanya bergantung pada jumlah pengunjung yang dimiliki sebuah situs. Namun, caching WordPress bisa digunakan – dan memang sebaiknya harus digunakan –  bahkan di situs web yang dianggap kecil sekalipun.

Sebelum kita mulai membahas plugin yang bisa Anda gunakan untuk mempermudah proses caching, mari kita bahas dulu apa itu caching.

Definisi Cache

Mungkin Anda pernah mendengar kata cache. Apa itu? Cache dapat diartikan sebagai file sementara yang tersimpan di memori sebuah komputer atau website.

Untuk website, berarti semua informasi di halaman-halaman website Anda, gambar-gambar, files dan berbagai objek lainnya sudah tersimpan di memorinya. Dengan begini, jika seseorang sering membuka atau mengakses halaman-halaman tersebut, browser Anda sudah menyimpan informasi tentangnya.

Jika browser tidak harus menguraikan informasi baru setiap kali seseorang mengakses website tersebut, maka waktu loading website Anda akan menjadi lebih cepat. Inilah yang dimaksud dengan caching.

Bagi Anda yang menggunakan WordPress, mungkin ada yang belum mengerti apa saja yang terjadi saat seseorang datang mengunjungi website Anda.

Ketika seseorang mengunjungi website WordPress Anda, mereka akan mencari berbagai data dari database situs Anda. Setelah itu, database akan memberikan WordPress semua data yang mereka minta. Lalu WordPress akan menggabungkan semua data tersebut dan membuat kode PHP yang akan membuat suatu halaman HTML secara dinamis. Kemudian, halaman HTML tersebut akan ditampilkan di layar pengunjung Anda.

Dari penjelasan di atas, Anda bisa melihat bahwa WordPress membutuhkan waktu untuk meminta, mendapatkan, dan mengumpulkan data-data yang diminta saat seseorang mengunjungi website Anda.

Nah, bagaimana jika halaman web yang dihasilkan secara dinamis tersebut disimpan di hard disk server atau memori (RAM) dan dilayani dari sana, setiap kali seseorang meminta halaman itu? Tidak peduli jika satu atau 1000 orang mengaksesnya, halaman yang sama akan dikirim! Itu akan menghemat banyak query database, eksekusi kode PHP, sehingga membantu menghemat faktor terpenting – perhitungan waktu yang berharga. Ini dapat membantu waktu loading website Anda.

Inilah yang dimaksud dengan caching WordPress. Menggunakan kembali data yang dihasilkan sebelumnya (atau permintaan seperti query database) untuk mempercepat permintaan baru dan berikutnya.

Tapi tunggu dulu! Bagaimana jika seseorang berkomentar atau mengupdate sebuah posting atau menerbitkan yang baru? Tidakkah halaman HTML yang dihasilkan sebelumnya mengandung data yang salah atau ketinggalan jaman? Anda benar! Dengan demikian kita memiliki sesuatu yang disebut dengan membongkar cache.

Membongkar cache pada dasarnya berarti mengembalikan semua data cache sebelumnya. Ini berarti yang lama dihapus dan yang baru dibuat atau diperbarui. Ini biasanya terjadi berdasarkan sejumlah protokol – beberapa di antaranya meliputi:

  • Saat ada komentar diposting
  • Saat posting baru diterbitkan
  • Saat posting lama diperbarui

WordPress core dan plugin caching akan mengetahui kapan harus membersihkan cache sehingga data lama dan tidak relevan tidak disajikan kepada pengunjung.

Jika Anda masih belum yakin mengapa Anda harus melakukan caching, berikut adalah beberapa manfaat yang ditawarkan oleh caching:

  • Mempercepat situs Anda secara gratis
  • Membantu peringkat di halaman hasil pencarian Google dan peringkat mesin pencari lainnya
  • Menyimpan sejumlah besar konsumsi sumber daya server. Ini akan sangat membantu bagi orang-orang yang meng-host situs mereka di server hosting bersama

Bagi Anda yang ingin melakukan caching, ada baiknya Anda mengecek dulu kecepatan website Anda saat ini. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk melihat apakah waktu loading situs Anda termasuk cepat atau lambat, tetapi juga sebagai perbandingan setelah Anda mengaktifkan plugin caching. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa plugin caching Anda bekerja dengan baik dan maksimal.

Dari penjelasan di atas, tentu Anda mulai mengerti bahwa caching dapat membantu meningkatkan kecepatan dan performa website Anda. Bagi Anda yang menggunakan WordPress, mereka memiliki beberapa plugin caching yang bisa Anda gunakan. Nah, di artikel kali ini, kami akan membahas salah satu plugin caching terbaik dan mudah untuk digunakan yang disediakan oleh WordPress yaitu WP Fastest Cache.

WP Fastest Cache: Review

Menurut para pengembangnya, plugin WP Fastest Cache adalah “sistem cache WP tercepat”. Plugin ini menghasilkan file HTML statis berdasarkan blog WordPress dinamis Anda dan menyimpannya di cache.

WP Fastest Cache juga merupakan plugin cache yang bagus dengan lebih dari 100.000 perangkat aktif. Plugin ini memiliki user experience yang baik dan bekerja dengan baik dengan semua plugin lainnya.

WP Fastest Cache membanggakan dirinya dalam menyediakan plugin yang mudah dipasang – dan ini memang merupakan salah satu poin besar bagi plugin cache yang satu ini. Anda bahkan tidak perlu memodifikasi file .htaccess.

Berikut adalah beberapa fitur dari plugin caching WordPress yang satu ini:

  • Plugin ini menggunakan mod_rewrite, yang merupakan metode tercepat, untuk membuat file HTML statis di situs Anda.
  • Meminifikasi HTML dan CSS Anda
  • Mengaktifkan kompresi Gzip untuk mengurangi size dari files yang dikirimkan oleh server Anda
  • Mendukung caching untuk browser dan desktop
  • Memberi pilihan untuk menggabungkan file JavaScript dan CSS bersama-sama untuk mengurangi permintaan dari server Anda.
  • Menghapus cache files secara otomatis setiap kali plugin mendeteksi adanya postingan baru, komentar baru, dan postingan lama yang diperbarui.
  • Mendukung CDN dan SLL.
  • Memberi pilihan untuk mengaktifkan atau meng-non-aktifkan pilihan cache saat halaman diakses melalui mobile devices.
  • Menyediakan pilihan untuk mengaktifkan cache timeout untuk halaman tertentu.

Mungkin ada beberapa kata-kata yang terdengar asing di telinga Anda, salah satunya adalah meminifikasi. Meminifikasi dalam bahasa pemrograman komputer dan terutama JavaScript, adalah proses penghapusan semua karakter yang tidak diperlukan dari kode sumber tanpa mengubah fungsinya. Karakter yang tidak perlu ini biasanya mencakup karakter spasi putih, karakter baris baru, komentar, dan terkadang pembatas blok, yang digunakan untuk memudahkan proses pembacaan kode namun sebenarnya tidak diperlukan dalam proses eksekusi.

Yang dimaksud dengan meminifikasi HTML dan CSS disini adalah mengurangi karakter-karakter yang tidak diperlukan dari halaman HTML dan CSS Anda sehingga ukuran file di website Anda tidak berat yang nantinya akan berpengaruh dalam mempercepat waktu loading website Anda.

Anda bisa menggunakan WP Fastest Cache secara gratis, tetapi jika Anda ingin hasil yang lebih optimal, Anda bisa menggunakan versi premium dari plugin ini.

Untuk mendapatkan versi premium, Anda perlu membayar sebesar $39.99. Versi premium ini memiliki beberapa fitur tambahan seperti:

  • Mobile and widget cache
  • Minify HTML plus
  • Minify CSS plus
  • Minify JS
  • Combine JS plus
  • Render Blocking JS
  • Image Optimization
  • Cache Statics
  • Delete Cache logs
  • Database Cleanups
  • Google Fonts Async

Nah, apakah Anda sudah mulai tertarik untuk menggunakan plugin caching yang satu ini? Bagi Anda yang ingin mulai menggunakan plugin ini, berikut adalah panduan konfigurasi WP Fastest Cache untuk website Anda. Sebelumnya, perlu diingat bahwa plugin ini hanya bisa digunakan oleh pengguna WordPress.

WP Fastest Cache: Guide

Seperti yang disebutkan sebelumnya, WP Fastest Cache adalah salah satu plugin cache untuk WordPress yang mudah untuk dikonfigurasi. Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menginstall plugin ini.

Pertama, log in ke dashboard admin WordPress Anda. Di sisi kiri layar Anda, ada pilihan ‘Plugins’. Jika Anda mengarahkan kursor ke situ, Anda akan melihat opsi ‘Add New’.

Klik ‘Add New’ dan Anda akan diarahkan ke halaman dengan pilihan plugin populer, rekomendasi, dan favorit. Jika Anda tidak melihat WP Fastest Cache di halaman tersebut, Anda bisa mencari dengan menggunakan kotak pencarian di bagian kanan atas yang dapat Anda gunakan untuk menemukannya.

Setelah Anda menemukan plugin WP Fastest Cache, klik ‘Install Now’ dan WordPress akan melakukan proses download serta memulai proses instalasi. Setelah itu, Anda akan diminta untuk mengaktifkan plugin tersebut. Aktifkan plugin tersebut. Jika Anda sudah menginstall dan mengaktifkannya, WP Fastest Cache akan muncul di bagian kiri dashboard WordPress Anda.

Setelah itu, Anda bisa mengklik WP Fastest Cache dan Anda haru melakukan konfigurasi agar plugin ini bekerja dengan baik untuk website Anda.

Tab pertama yang akan Anda lihat adalah settings. Pastikan bahwa semua box untuk hal-hal di bawah ini tercentang:

  • Cache System (Enable)
  • Preload
  • Logged-in Users
  • Mobile
  • New Post
  • Update Post
  • Minify CSS
  • Combine CSS
  • Combine JS
  • Gzip
  • Browser Caching

Kemudian Anda bisa memilih bahasa yang ingin Anda gunakan dan klik Submit.

Jika Anda bingung apa maksud dari hal-hal yang dicentang di atas, berikut adalah penjelasan singkat dari kegunaannya masing-masing.

Preload. Ini adalah hal yang harus selalu Anda aktifkan karena mereka membantu mempersiapkan cache untuk halaman-halaman website Anda.

New post. Jika Anda menampilkan postingan blog Anda di homepage, ada baiknya jika Anda mengaktifkan caching. Anda bisa juga memilih untuk menghapus semua cache website setiap kali postingan baru diterbitkan, tetapi hal ini tidak membantu banyak dan dapat memperlambat kecepatan loading time website Anda.

Update Post. Ketika Anda mengupdate sebuah post, hanya beberapa elemen dari website Anda yang terkena pengaruhnya. Sebaiknya Anda mengkonfigurasi plugin untuk menghapus cache post tersebut.

Minify. Sebaiknya Anda tidak melakukan pengaturan minifikasi secara lokal untuk HTML, CSS, dan JS. Ini jauh lebih baik dilakukan di CDN Anda, seperti CloudFlare. Hal lain yang mungkin terjadi jika Anda  melakukannya secara lokal adalah bahwa hal itu mengurangi semua kode situs Anda sehingga kemungkinan besar Anda akan mengalami sedikit kesulitan dalam mengedit desain web Anda jika Anda tidak memiliki pengertian lengkap tentang kode.

Gzip. Jenis kompresi ini hanya bekerja dengan baik pada host host Apache. Tidak banyak manfaat nyata yang didapatkan saat digunakan di server Litespeed.

Tab kedua adalah pilihan delete cache. Jika Anda ingin menghapus cache seluruh website Anda, pilih tab ini dan kemudian klik tombol biru bertuliskan Delete Cache. Jika Anda mengaktifkan minification, maka Anda juga perlu menghapus cache tersebut ketika anda melakukan perubahan terhadap CSS atau tema Anda.

Pengaturan CDN. Sebaiknya Anda tidak menggunakan pengaturan Other CDN Providers (Penyedia CDN Lain) jika Anda menggunakan CloudFlare. Itu tidak akan terintegrasi dengan baik.

Anda juga akan melihat tab Premium. Seperti yang disebutkan sebelumnya WP Fastest Cache memang memiliki versi premium yang tersedia. Anda harus mendownload dan menginstal versi gratis terlebih dahulu, dan kemudian Anda bisa mengupgrade dari dalamnya. Anda hanya perlu melakukan pembayaran satu kali per situs.

Simpulan

Memang dalam memilih plugin WordPress untuk caching, itu semua tergantung pada pengoptimalan plugin dan tema yang Anda gunakan. Sebaiknya uji kecepatan situs Anda sebelum menerapkan plugin caching lalu jalankan kembali tes yang sama setelah memasang plugin caching. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa WP Fastest Cache adalah salah satu plugin terbaik yang bisa Anda gunakan.

Jangan lupa, sebelum Anda mulai proses instalasi dari plugin ini, Anda sebaiknya mengecek dulu waktu loading website Anda. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk mengetahui kecepatan website Anda saat ini, tetapi juga agar Anda bisa membandingkan kecepatannya setelah Anda memasang plugin caching. Ini bisa menjadi pengukur apakah plugin Anda sudah bekerja dengan baik dan maksimal.

Setelah Anda menginstall plugin ini, proses konfigurasi dan penggunaan yang mudah tentunya akan sangat membantu karena itu berarti Anda tidak perlu susah-susah mempelajari cara penggunaan plugin ini. Selain itu, plugin ini memiliki banyak poin plus yang akan memudahkan Anda dalam menggunakannya. Anda tidak perlu melakukan apapun secara manual karena plugin sudah mengerjakan semuanya untuk Anda.

Dengan plugin caching yang bagus, Anda tidak perlu khawatir lagi mengenai kecepatan loading website Anda. Para pengunjung tidak akan mengalami waktu loading situs yang lambat karena banyaknya data di website Anda. WP Fastest Cache akan mengurus semua hal yang berhubungan dengan caching website Anda sehingga pengunjung website akan mendapatkan user experience terbaik.

Selain WP Fastest Cache, kami juga membahas dua caching tools lainnya yaitu W3 Total Cache dan WP Super Cache yang bisa Anda gunakan sebagai perbandingan.

Apakah dari Anda ada yang pernah menggunakan plugin ini? Bagaimana kesan-kesan Anda setelah Anda menggunakannya? Ayo ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah artikel ini!

  • Statement “bekerja dengan baik dengan semua plugin lainnya” saya tidak setuju, karena developer WP Fastest Cache tau betul kalau fitur Premium-nya tersedia bebas (free) yang juga gratis (free of charge) pada plugin lain.

    Jadi, meskipun kita menggunakan plugin free terkait fitur itu, tidak akan berdampak pada HTML Cache yang digenerate oleh WP Fastest Cache. Jika Anda pengguna Webserver selain LiteSpeed, membeli lisensi WP Fastest Cache Premium sangat sepadan, karena harga segitu adalah One-time Payment (Owned/Lifetime).

    “Overhead” atau kebutuhan resource ketika plugin ini beroperasi juga tinggi memang bisa dimaklumi karena itu terjadi hanya ketika dilakukan purge cache dan itu load tinggi karena opsi Preload dienable, Preload adalah proses background yang menggenerate seluruh halaman di website kita meskipun halaman tersebut tidak diakses, jadi bukan generate by request seperti plugin lain. Fitur itu adalah standard yang harus ada saat ini, bahkan WP Super Cache pun punya, hanya saja WP Fastest Cache lebih efisien menghemat resource saat proses itu terjadi.

    Belakangan ini LiteSpeed Cache juga sudah memiliki fitur tersebut yang diberinama “Crawl” dan kinerjanya lebih efisien dalam penggunaan resource. LiteSpeed Cache juga sekarang memiliki fitur DB Optimizer seperti di WP Fastest Cache. Kelemahan LiteSpeed Cache ya karena ini sejatinya fitur berbayar dari sisi LiteSpeed Webserver yakni LSCache Module yang dibayarkan oleh penyedia web hosting yang kita gunakan :D, jadi hanya plugins pada CMS-nya saja yang gratis.

    Jadi jika Anda menggunakan Webserver selain LiteSpeed Enterprise seperti Apache misalnya, maka membeli lisensi WP Fastest Cache sangat sepadan, namun jika Anda menggunakan LiteSpeed, Anda sudah bayar lisensi LSCache itu dalam paket web hosting yang Adna sewa. Sama-sama berbayar, namun beda methods.

    Kelebihan LiteSpeed Cache ya dia kompatibel dan bekerjasama dengan baik dengan plugins lain, karena LiteSpeed Cache adalah spesialis Page Caching yang bersifat netral, tidak memonopoli fitur tertentu selain Page Caching, tidak ada fitur yang disable yang untuk mengaktifkannya perlu upgrade ke versi Premium/Pro.

    Kelebihan WP Fastest Cache dari segi biaya adalah tentu saja gratis untuk semua, yakni gratis untuk pelanggan dan gratis untuk web hosting provider yang meskipun menggunakan LiteSpeed Webserver, bisa menghemat anggaran dengan tidak mengaktifkan LSCache Module yang notabene berbayar.

    Kelebihan fitur WP Fastest Cache yang tidak dimiliki plugins sejenis adalah dia bisa mencache Widgets.

    Saran jika ingin tidak perlu purge cache tiap kali ada komentar masuk adalah menggunakan Disqus Comment System.

    Kelemahan WP Fastest Cache dibandingkan W3 Total Cache adalah WP Fastest Cache tidak mendukung fitur Object Cache dan Database Cache. Jadi bisa dikatakan WP Fastest Cache adalah spesialis Page Caching saja, tapi kebihan WP Fastest Cache dibandingkan W3 Total Cache adalah WP Fastest Cache mendukung fitur JS and CSS Combine.

    WP Fastest Cache adalah plugins Page Caching terbaik jika Anda menggunakan Webserver selain LiteSpeed seperti Apache, misalnya webmaster yang menggunakan VPS (Virtual Private Server) yang tentu lebih condong menggunakan Free and Open Source Webserver daripada Proprietary and Closed Source Webserver, dan harga lisensi-nya sangat sepadan untuk dibeli sekali seumur hidup 😀

    Namun jika Anda menggunakan Shared Hosting yang menggunakan LiteSpeed, akan sia-sia kemampuan LSCache jika tidak dimanfaatkan, yakni kebutuhan resource saat beroperasi sangat efisien, jauh lebih efisien daripada WP Fastest Cache karena LSCache bekerjasama dengan Webserver.

    Harga lisensi LSCache Module sudah termasuk pada harga sewa web hosting yang kita gunakan. Sama-sama bayar, tapi beda kebutuhan dan kondisi.

    Dan yang terpenting adalah, hasil pengujian pribadi yang saya lakukan, LSCache lebih cepat daripada WP Fastest Cache, bukankah alasan menggunakan LiteSpeed Webserver adalah kecepatan dan efisien dalam penggunana resource ?, dan LSCache memiliki “DNA” itu, dan development-nya sanagt-sangat pesar, seperti ditambahkan fitur Preload yang disebut “Crawler” dan yang terbaru saat komentar ini saya tulis adalah Database Optimize and Cleaner, user interface, performance pun sangat-sangat improved dalam kurun waktu yang singkat, bug-nya pun sudah semakin minim.

    Perlu sobat ketahui bahwa Dewaweb adalah Provider Cloud Hosting terbaik di Indonesia yang menggunakan LiteSpeed Enterprise Webserver yang juga mendukung fitur LSCache Module yang sudah saya sebutkan di atas.

    Komentar ini tidak bermaksud menjelek-jelekkan plugin WP Fastest Cache yang sedang dirpeview di artikel ini, ini hanya sharing sesama pengguna WP Fastest Cache yang saya gunakan juga pada website client saya yang dihosting di VPS yang notabene client lebih memilih menggunakan Webserver gratis seperti Apache 🙂

    Kalau provider shared web hosting sudah menggunakan LiteSpeed dan LSCache Module, akan mubazir jika tidak digunakan. Sayang memang edukasi mengenai LSCache Module ini kurang dilakukan oleh banyak provider web hosting yang pada akhirnya tidak digunakan oleh pelanggan dan hanya menambah biaya operasional dari provider web hosting bersangkutan sehingga biasanya akan muncul inisiatif untuk tidak menggunakan Add-on LSCache Module lagi karena selain penghematan biaya, toh jarang digunakan pelanggan juga 😀

    • Terima kasih atas masukan dan pendapatnya! Mengenai statement “bekerja dengan baik dengan semua plugin lainnya”, tergantung dari bagaimana pengelola mengkonfigurasinya. Memang dapat terjadi masalah antara satu plugin dengan plugin lainnya, tetapi dapat diatasi bergantung pada konfigurasi yang dilakukan. Anda dapat mengatur konfigurasinya sesuai kebutuhan.

  • Waldemar Kerschbaumer

    This is really the best caching plugin and has a quick and quality support.

  • Pingback: WP Super Cache: Tutorial dan Review()