Asset Blog Dewaweb

Apa itu Composer? Penjelasan & Pentingnya bagi Developer

Bagi yang sudah berkecipung di dunia pemrograman khususnya PHP, pasti sudah mengenal apa itu Composer. Tapi, jika kamu masih pemula di bidang programming, mungkin kamu belum familiar dengan tool dependensi manager PHP satu ini. Singkatnya, Composer adalah aplikasi untuk membuat proses coding PHP lebih terstruktur dan rapi.

Kali ini, Dewaweb mengajakmu berkenalan dengan salah satu tools yang wajib digunakan dalam pemrograman PHP. Supaya tak makin penasaran, simak penjelasan apa itu Composer, fungsi, hingga cara kerjanya sebagai dependency manager bagi PHP berikut ini.

Yuk, langsung saja kita bahas!

Baca Juga: 10 Bahasa Pemrograman Paling Populer di Dunia

Apa itu Composer?

Composer adalah alat dependency manager untuk bahasa pemrograman PHP. Dengan kata lain, Composer adalah aplikasi yang diinstal ke perangkat untuk memfasilitasi developer menggunakan library open source milik orang lain ke dalam project yang sedang dibangun.

Lalu, apa kaitannya dengan dependensi manager yang tadi disebutkan? Yuk, kita bahas dulu tentang “Dependency Manager.”

Dalam sebuah project PHP, penggunaan library sangat memudahkan dalam proses penulisan kode. Namun terkadang, library satu dengan yang lainnya saling membutuhkan agar bisa digunakan. Hal ini disebut dependensi atau ketergantungan. Di sinilah peran Composer untuk menghubungkan project PHP dengan library eksternal yang dibutuhkan.

composer

Baca Juga: Apa itu PHP? Ini Dia Penjelasan, Fungsi, dan Sintaksnya!

Composer membantu mengatur ketergantungan (dependency) atau penggunaan library luar project PHP. Proses penulisan kode akan lebih cepat dan terstruktur, sebab kemampuannya dalam mengelola instalasi dan mengupdate library yang digunakan.

Composer merupakan project open source yang pertama kali dikembangkan oleh Nils Adermann dan Jordi Boggiano. Sejak awal rilisnya pada 1 Maret 2012, project Composer di-host di Github dan masih terus dikembangkan hingga sekarang.

Kenapa Developer Perlu Dependency Manager?

Programmer atau developer dianjurkan menggunakan dependency manager untuk memudahkan pengerjaan project. Selain membantu dalam penggunaan library external, berikut ini beberapa alasan mengapa developer butuh dependensi manajer:

  • Memudahkan dalam mengupdate library eksternal yang digunakan
  • Proses coding jadi lebih terstruktur dengan konsep MVC
  • Package yang dibutuhkan akan langsung terinstal dan diupdate secara otomatis
  • Terdapat autoload yang akan melakukan include terhadap semua file PHP atau class PHP yang dibutuhkan dalam projectmu
  • Jika menggunakan dependency manager yang terhubung dengan packagist, kamu bisa menggunakan ribuan package yang tersedia.

Baca Juga: Belajar MongoDB: Pengertian, Keunggulan, dan Penggunaannya

Cara Kerja Composer

Dari definisi di atas, kamu sudah mengetahui kalau composer adalah platform untuk mendownload library yang kita butuhkan sebagai dependensi aplikasi.

Lalu, bagaimana cara kerja composer untuk membantu hal tersebut?

Composer membutuhkan repository atau tempat seluruh library beserta informasinya bisa ditemukan. Packagist merupakan server tempat tersimpannya semua library / paket dependency PHP. Jadi, Packagist akan menyerahkan fitur atau integrasi dengan GitHub dan bitbucket.

Berikut cara kerja Composer:

  1. Composer membantu menemukan paket yang tersedia pada Packagist
  2. Sebelum mengunduh library-library yang diperlukan, composer akan memeriksa beberapa hal:
    • Apakah library tersebut membutuhkan library lainnya sebagai dependensi
    • Versi PHP
    • module yang diperlukan untuk library tersebut
  3. Setelah proses pengecekan selesai, Composer akan mendownload library-library yang diperlukan ke dalam project pada direktori “vendor.”

Baca Juga: Apa itu React JS? Penjelasan Lengkap Bagi Programmer Pemula

Contohnya, ketika developer sedang mengembangkan aplikasi dan membutuhkan paket library A, B, dan C, maka tahapan yang dilakukan Composer:

  • Pertama, Composer akan mengecek dependensi paket A, B, dan C tersebut serta spesifikasi PHP-nya.
  • Jika Composer menemukan dependensi paket A,B, dan C berupa paket D, E, F, maka Composer akan mendownload semua paket/library tersebut.
  • Sebelum mendownload paket tersebut, Composer juga akan mengecek dependensi paket D, E, dan F.
  • Composer akan mendownload paket-paket yang diperlukan beserta dependensinya

Kenapa Menggunakan Composer?

Kehadiran Composer sebagai dependency manager membuat pengembangan project jadi lebih mudah. Mengapa?

Fitur-fitur yang dibutuhkan untuk sebuah proyek akan memakan waktu lama bila semua dibuat sendiri dari nol. Nah solusinya, gunakan library yang sudah dibuat orang lain.

Baca Juga: Apa itu Docker? Definisi, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Contohnya, kamu sedang membangun project e-commerce yang memerlukan fitur Shopping Cart, Invoice, dan Metode Pembayaran. Maka kamu tentu harus membuat fitur-fitur itu agar situs e-commerce tersebut bisa berjalan.

Ternyata, ketiga fitur tersebut sudah pernah dibuat oleh orang lain pada situs e-commerce mereka. Tentunya akan lebih mudah bila kamu hanya tinggal mengambil script library buatan mereka dan menggunakannya di projectmu ‘kan?

Composer akan membantu mendapatkan library-library PHP milik orang lain untuk digunakan dalam project yang sedang dibuat. Asalkan dieksekusi dengan tepat, hal ini juga bisa mengurangi terjadinya error dalam proses penulisan kode.

Baca Juga: Rekomendasi 15+ Code Editor Gratis untuk Web Developer

Cara Install Composer

Sebelum menginstall Composer, kamu perlu memiliki PHP pada perangkat yang digunakan. Berikut tutorial singkat cara install Composer di Windows. Ikuti langkah-langkah ini ya:

  • Install PHP ke perangkatmu. Kamu bisa menggunakan XAMPP, MAMP, atau aplikasi sejenis lainnya.
  • Selanjutnya, download file Composer.
  • Setelah selesai mengunduh, buka dan jalankan file Composer dengan mengklik Run pada installation wizard. Kemudian lanjutkan proses instalasi dengan klik Next.
  • Selanjutnya, tentukan lokasi file instalasi. Akan muncul jendela yang meminta kamu mencari baris perintah PHP. Pastikan pilih lokasi instalasi Composer di C:/xampp/php/php.exe. Setelah itu, klik Next jika sudah benar.
  • Kemudian akan muncul permintaan Proxy Settings. Jika kamu ingin menggunakan proxy, beri centang dan masukkan URL proxy kamu. Lewati bagian ini dan klik Next jika kamu tidak menggunakan proxy. Jika sudah, klik Install.
  • Akan ada tampilan pemberitahuan perubahan Windows environment. Hal ini dimaksudkan agar Composer bisa dijalankan di command prompt.
  • Instalasi selesai! Kini Composer berhasil terinstall di perangkat Windows kamu. Klik Finish untuk menutup jendela instalasi.

Untuk mengetahui panduan dan cara install Composer selengkapnya bisa kamu lihat pada situs resmi getcomposer.org.

Baca Juga: 10 Database Terpopuler di Dunia & Contoh Penggunaanya

Penutup

Bagaimana, sudah lebih paham apa itu Composer? Intinya, Composer adalah aplikasi yang memudahkan developer mengelola library-library yang digunakan dalam projek PHP. Composer merupakan dependency manager yang bertugas menghubungkan proyek PHP dengan library eksternal yang dibutuhkan.

Baca Juga: PHP Cloud Hosting dengan Dewacloud PaaS: Code, Deliver, Optimize

Kalau kamu sedang mengembangkan aplikasi, kamu bisa coba Dewacloud sebagai cloud platform terbaik dengan harga terjangkau. Dewacloud menyediakan banyak fitur yang kamu butuhkan untuk membangun server aplikasi dan menjalankan otomatisasi. Model pembayarannya pay-per-use, jadi kamu bisa menghemat biaya penggunaan server sesuai traffic yang didapat.

Tunggu apa lagi? Yuk, coba gratis Dewacloud sekarang!