Goodbye, Google AdWords. Hello, Google Ads!

Goodbye, Google AdWords. Hello, Google Ads!

Tahun 2018 silam, Google mengumumkan bahwa mereka akan melakukan perubahan pada produk advertising mereka. Google akan menggantikan dua advertising tools mereka, Google AdWords dan DoubleClick, dengan platform baru dengan alasan rebranding. Tools advertising Google yang baru ini akan terdiri dari 3 pilar utama yaitu Google Ads, Google Marketing Platform, dan Google Ad Manager.

Perbedaan Google AdWords dan Google Ads

google ads logo dewaweb

Google AdWords akan berubah nama menjadi Google Ads. Melalui Google Ads, para pengiklan dapat membeli ads di semua properti, aplikasi, dan partner Google. Alhasil, para pengiklan ini dapat menjangkau audiens di Google Search, YouTube, Google Maps, bahkan Google Play.

Kebanyakan fitur Google AdWords tetap akan ada di Google Ads. Namun, memang akan ada perubahan tampilan dan beberapa fitur. Salah satu fitur baru yang akan ada di Google Ads tapi belum ada di Google AdWords adalah fitur advertising untuk bisnis kecil dan menengah. Fitur baru ini disebut dengan nama Google Smart Campaign.

Google Smart Campaign memungkinkan pebisnis kecil dan menengah untuk membuat iklan pay-per-click (PPC) dengan lebih mudah. Selain itu, gabungan inovasi dan teknologi Google Ads juga memunginkanmu membuat iklan hanya dalam beberapa menit dan dapat melihat hasilnya dengan cepat. Jadi, tujuan Google Smart Campaign adalah untuk membantu pebisnis fokus pada profit ketimbang proses.

Baca juga: Cara Daftar Google AdSense

Lebih Mudah Mencapai Goals yang Diinginkan

google ads analytics

Menurut Google, 90% pengusaha memiliki tujuan tertentu dalam memasang iklan online, misalnya agar pelanggan bisa mengontak mereka atau mengunjungi toko, baik fisik maupun online. Saat kamu menggunakan Smart Campaign, Google akan menanyakan apakah goals-mu tercapai, lalu informasi yang ada digunakan untuk membantu iklanmu menjadi lebih efektif agar mencapai goals yang telah kamu tetapkan.

Meningkatkan conversion rate dengan audiens yang tepat

Conversion rate adalah sebuah faktor penting untuk mengukur kesuksesan sebuah iklan. Agar conversion rate-mu berada di angka yang memuaskan, tentu kamu harus lebih berhati-hati dalam mengatur audiensmu. Contohnya, menampilkan iklan make-up ke audiens laki-laki mungkin akan menghasilkan konversi yang kurang baik ketimbang menawarkan iklan make-up ke audiens perempuan.

Jika menggunakan Smart Campaign, kamu bisa menampilkan iklanmu ke target yang lebih spesifik. Sebab, Google akan melakukan optimasi target dengan menggunakan algoritma machine-learning atau mesin pembelajar. Mesin-mesin ini akan menganalisa behavior (perilaku), lokasi, jenis perangkat, dan beberapa kriteria lain untuk menampilkan iklan ke audiens yang tepat.

Baca juga: Panduan Lengkap Cara Membuat Google Form yang Mudah dan Jelas

Fitur Image Picker agar Bisnismu Lebih Menonjol

Penggunaan tampilan visual yang tepat dan menarik tentu dapat membuat produkmu lebih menonjol ketimbang kompetitor. Oleh karena itu, Google mengeluarkan fitur Image Picker sehingga kamu hanya perlu memilih tiga gambar langsung dari Google atau upload sendiri untuk tampilan visual. Nantinya, Google akan membantumu mengatur kombinasi teks dan gambar untuk mengoptimasi iklanmu.

DoubleClick dan Google Analytics 360 Suite menjadi Google Marketing Platform

google marketing platform logo dewaweb

Bagi bisnis dan perusahaan besar, produk yang satu ini bisa dibilang cocok untukmu. Google akhirnya menggabungkan DoubleClick dan Google Analytics 360 Suite di bawah nama Google Marketing Platform. Google berharap, dengan integrasi ini para digital marketer dapat menyusun strategi, membeli, mengukur, dan mengoptimasi media digital dan customer experience di satu platform yang sama.

Keputusan untuk menggabungkan DoubleClick dan Analytics360 datang setelah Google melihat banyaknya keuntungan saat menggunakan teknologi ads dan analytics. Jika kedua teknologi ini digabungkan, tidakkah para pengelola bisnis dan digital marketer bisa lebih mengenal dan memahami pelanggan mereka?

Selain itu, platform ini dibuat untuk membantu para marketer mencapai goals mereka. Beberapa tahun belakangan, ada banyak channel dan data yang bisa kamu manfaatkan sebagai strategi digital marketing. Pelanggan pun kini sudah lebih memahami bahwa data yang mereka berikan dipakai untuk kenyamanan mereka sendiri. Jadi, kamu tak perlu khawatir iklanmu tidak sampai ke target yang tepat.

Di bawah Google Marketing Platform, ada beberapa tools yang bisa kamu gunakan untuk mengoptimasi strategi digital marketing-mu, yaitu Search Ads 360, Display & Video 360, Analytics 360, Data Studio, Optimize 360, Surveys 360, dan Tag Manager 360. Seperti yang sudah disebutkan di atas, dengan menggabungkan teknologi ads dan analytics, bisnis bisa mendapat hasil yang lebih maksimal.

Google memberi contoh bahwa BookIt menggunakan Analytics 360 untuk membaca insights tentang tipe traveler yang menggunakan brand mereka. Dari data ini, mereka kemudian menyusun campaign yang lebih relevan ke target audiens mereka dengan menggunakan Display & Video 360. Alhasil, BookIt berhasil meningkatkan revenue mereka sebesar 20%.

Baca juga: Cara Menggunakan Google Analytics Sebagai Alat Tracking Bisnis

Google Marketing Platform juga dapat mempermudahmu untuk menggabungkan produk-produk di bawah Google Marketing Platform dengan fitur Integration Center. Kamu bisa memanfaatkan fitur ini untuk melihat dan mengatur koneksi atau hubungan antarproduk Google Marketing Platform dengan mudah untuk mengoptimasi campaign-mu.

Tidak hanya Google Marketing Platform, Google juga mendukung lebih dari 100 integrasi dengan provider teknologi lainnya. Alhasil, kamu bisa memilih jenis media yang ingin kamu gunakan, bagaimana cara membayarnya hingga bagaimana kamu mengukur keberhasilannya.

Search Ads 360 dan Display & Video 360

Selain merilis Google Marketing Platform, Google juga melakukan perubahan pada produk periklanannya. Search Ads 360 adalah nama baru dari DoubleClick Search, yang bertugas untuk membantumu merencanakan, membeli, dan mengukur campaign-mu di Google atau mesin pencari lainnya.

Sementara itu, Display & Video 360 adalah gabungan dari berbagai fitur pada produk display advertising mereka sebelumnya, yaitu DoubleClick Bid Manager, Campaign Manager, Studio and Audience Center. Display & Video 360 memungkinkanmu untuk mengelola iklan campaign-mu dari awal sampai akhir di satu tempat yang sama.

Tujuannya, karena Google berharap agar kamu dapat bekerja dengan lebih efisien. Setelah melakukan perubahan pada produknya, Google tak lantas menghilangkan fitur Campaign Manager dan produk-produk DoubleClick. Namun, Google akan melakukan transisi ke Display & Video 360 secara bertahap sampai semua fitur yang mereka inginkan bisa digunakan.

DoubleClick for Publisher dan Ad Exchange menjadi Google Ad Manager

google ads google ad manager logo dewaweb

Saat ini, sudah banyak content creator yang memonetisasi kontennya. Seiring bertambahnya permintaan iklan, content creator juga perlu mengelola bisnis mereka agar lebih sederhana dan efisien.

Oleh karena itu, Google memutuskan untuk menggabungkan DoubleClick for Publisher dan DoubleClick Ad Exchange menjadi satu platform dengan nama Google Ad Manager untuk membantu pengguna mendapatkan dan meningkatkan revenue, apapun strateginya.

Baca juga: Cara Membuat Instagram Ads: Panduan Lengkap

Optimasi revenue

Melalui penggunaan Ad Manager, kamu bisa mengatur siapa yang bisa mengakses inventori, semua reservasi yang pernah kamu buat, dan permintaan terprogram. Oleh karena itu, Google mengintegrasikan Ad Exchange ke Ad Manager dengan nama Authorized Buyers.

Monetisasi melalui berbagai platform

google ads monetisasi

Sekarang, orang-orang sudah banyak menghabiskan waktu mereka di smartphone. Perbedaan cara konsumsi konten tentunya juga mengubah cara monetisasi yang bisa kamu terapkan.

Seiring munculnya berbagai cara baru, muncul pula berbagai tantangan dalam mengelola iklan di layar dan platform beriklan yang berbeda, mulai dari desktop untuk komputer, tablet, bahkan tampilan mobile untuk smartphone.

Melalui Ad Manager, kamu hanya perlu menggunakan satu platform yang bisa membantumu mengatur pengukuran hingga optimasi iklan di setiap perangkat yang digunakan oleh audiensmu.

Bahkan, Ad Manager juga menyediakan solusi bernama Dynamic Ad Insertion untuk iklan di video live dan on-demand dengan format native dan ads bumper 6 detik. Jadi, Ad Manager memang cukup mumpuni untuk mengoptimasi pengelolaan iklanmu di berbagai channel distribusi konten.

Baca juga: Cara Membuat LinkedIn Ads: Panduan Lengkap 2018

Simpulan

Google berharap, dengan adanya perubahan-perubahan ini para pengiklan dapat terbantu ketika mengiklankan bisnis mereka. Tidak hanya itu, Google juga berharap agar kehadiran fitur-fitur yang tersedia di platform baru ini dapat membantu berbagai bisnis mencapai target pemasaran mereka tanpa menyalahgunakan data pelanggan sehingga informasi pribadi pelanggan tetap terjaga dan bisnis tetap dipercaya.

Agar dapat menunjang performa iklan dan penjualan produk, kamu perlu menggunakan website. Selain mempermudahmu untuk mengarahkan pelanggan, kamu juga dapat melengkapi website dengan informasi dan desain menarik sesuai keinginanmu. Tapi, satu hal yang perlu kamu ketahui, pastikan kecepatan dan keamanan website-mu terjamin agar website-mu bisa selalu diandalkan. Ketika memilih hosting, jangan lupa pastikan gunakan hosting murah yang berkualitas, ya! Salam sukses online!