7 Contoh Content Marketing di Instagram yang Bisa Jadi Inspirasi

7 Contoh Content Marketing di Instagram yang Bisa Jadi Inspirasi

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah content marketing yang sekarang banyak digunakan, salah satunya di media sosial. Sebagai salah satu strategi pemasaran online, kamu harus mengetahui contoh content marketing di Instagram untuk meningkatkan profit bisnis. 

Sejak tahun 2017, content marketing sudah semakin populer dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sampai di tahun itu saja. Menurut sebuah studi yang dilakukan di antara 500 perusahaan, 76%nya mengaku bahwa mereka akan menjadi semakin fokus dalam content marketing di tahun-tahun berikutnya.

Sejauh ini, ada banyak tren yang diprediksikan dalam content marketing, salah satunya di media sosial Instagram. Kira-kira apa saja ya? Berikut Dewaweb sudah merangkum informasinya hanya untuk kamu.

Baca Juga: 3 Contoh Content Marketing Perusahaan Terbaik untuk Bisnismu

Content Marketing di Media Sosial

Content marketing adalah strategi pemasaran yang terfokus kepada perencanaan, pembuatan, dan pendistribusian konten kepada target audiens untuk mendorong tindakan yang menghasilkan keuntungan.

Beberapa ahli menyebutkan bahwa content marketing diprediksi menjadi satu-satunya jenis marketing yang tersisa. Sebab jenis marketing ini memang otentik, berguna, dan sangat sesuai untuk generasi internet.

Meskipun tidak banyak orang yang meragukan keefektifan pemasaran konten, perlu diperhatikan bahwa saluran, taktik dan alat pemasar yang digunakan untuk membuat dan mendistribusikan konten akan terus berkembang di tahun-tahun seterusnya.

Lantas, pemasaran konten apa yang harus kamu perhatikan terlebih di dalam Instagram? Bagaimana sebaiknya kamu mengubah strategi pemasaran kamu untuk mengikuti perubahan ini? Berikut beberapa contoh tren content marketing di Instagram yang bisa kamu jadikan sebagai inspirasi.

Baca Juga: Tingkatkan Customer Engagement di Tahun Baru dengan Strategi Marketing Ini

Contoh Content Marketing di Instagram

Konten informatif

Contoh content marketing di Instagram yang bisa kamu terapkan adalah konten informatif. Konten ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan informasi tentang berbagai macam hal tentang produk yang sedang dipasarkan.

Konten informatif ini bisa dikemas dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah infografik. Sebagai informasi, infografik adalah representasi visual informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Penggunaan infografik ini memungkinkan customer untuk memahami produk yang sedang dipromosikan.

Seperti namanya, infografik biasanya disusun dalam bentuk gambar atau video. Selain pengenalan produk, konten informatif yang disampaikan bisa berupa tips sehari-hari, informasi terupdate, hingga profil bisnis.

Review produk

Review atau ulasan adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memberikan beberapa ulasan terhadap suatu hal yang sudah pernah dicoba. Pada umumnya, hal-hal yang akan diulas, yakni makanan, baju, celana, gadget, dan lain sebagainya.

Konten review produk ini memang cukup populer digunakan di beberapa platform, terutama Instagram. Biasanya yang menggunakan contoh content marketing ini adalah selebgram atau public figure yang memang sudah disewa untuk mempromosikan produk yang diulasnya.

Kendati demikian, ada juga masyarakat awam yang memang sengaja memberi ulasan terhadap produk yang dibelinya. Oleh karena itu, para pebisnis yang memang bekerja dengan menjual suatu produk, harus bisa memberikan kesan pertama yang baik untuk para pembelinya.

Tidak hanya selebgram atau masyarakat awam saja, beberapa perusahaan juga ada yang membuat review konten ini sebagai bentuk pengenalan dan pelanggan dapat melihat produk tersebut lebih jelas. Konten review produk ini dapat disusun dalam bentuk foto atau video.

Baca Juga: Strategi Emotional Marketing untuk Sukseskan Bisnis 

Mengunggah kembali video testimoni pelanggan

User Generated Content menyarankan agar para pebisnis mengunggah kembali video testimoni pelanggan yang membeli produknya. Inilah yang disebut User Generated Content yang dipercaya mampu meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat branding.

Menurut data yang dikeluarkan oleh UGC, 55% calon pelanggan lebih percaya konten yang diberikan dari hasil testimoni daripada bentuk konten pemasaran lainnya. Terlebih jika video testimoni yang diunggah mendapatkan respon yang baik dari para penontonnya.

Adanya konten ini dapat membantu meningkatkan citra brand agar tidak perlu mengeluarkan biaya untuk branding.

Memanfaatkan pencarian suara

Menurut prediksi, kita akan mulai masuk ke dunia pencarian tanpa layar. Hal ini terutama disebabkan oleh pencarian suara. kamu bahkan mungkin mengatakan bahwa ramalan ini konservatif. Pencarian suara sudah mencapai 20% dari semua pencarian Google di ponsel.

Yang lebih penting lagi, orang-orang muda lebih suka menggunakan penelusuran suara. Menurut sebuah penelitian, 71% anak usia 18-29 tahun menggunakan asisten suara dibandingkan dengan hanya 39% di kategori 44-53 tahun.

Selain itu, Amazon dan Google juga sudah merilis home assistants milik mereka seperti Amazon Echo dan Google Home. Penjualan keduanya juga sudah semakin meningkat. Informasi ini memberitahu kita bahwa asisten suara akan menjadi tren yang terus berlanjut tahun depan.

Lalu bagaimana caranya?

Cara kita membaca dan menulis memang berbeda, maka itu konten kamu harus bisa beradaptasi dengan pencarian melalui asisten suara. Salah satu yang bisa dilakukan adalah membuat artikel dengan nada bicara bagaimana seseorang menjawab pertanyaan kamu.

Teknik penggunaan natural language search

Berikut adalah beberapa teknik yang bisa kamu lakukan:

  1. Tulislah pertanyaan lengkap dan jawaban lengkap dalam artikel kamu, daripada memecahnya menjadi beberapa kalimat.
  2. Gunakan ungkapan panjang dan spesifik pada judul dan tajuk kamu.
  3. Saat menentukan keyword kamu, perhatikan sifat percakapan penelusuran suara. Coba targetkan keyword yang diungkapkan secara alami.
  4. Karena mayoritas penelusuran suara berasal dari seluler, pastikan situs kamu mobile-friendly.
  5. Untuk pencarian “near me” lokal, pastikan kamu telah mengoptimalkan konten bahasa alami.
  6. Gunakan Google Sitelinks, rich snippets, dan sebagainya untuk membantu Google menemukan jawaban yang tepat untuk Grafik Pengetahuan.

Dengan menggabungkan ini, kamu akan meningkatkan kemungkinan konten kamu muncul di bagian atas hasil pencarian. Ini tidak hanya akan memberi kamu lebih banyak traffic ke situs web kamu, tetapi juga meningkatkan brand awareness bisnis kamu.

Baca Juga: Psikologi Warna untuk Branding dan Marketing Bisnis

Gunakan video dalam membuat content

Video akan terus menjadi salah satu jenis konten yang paling menarik dan diminati. Di antara tahun 2011 dan 2015, konsumsi video bertumbuh dari 39 menit menjadi 115 menit setiap harinya. Selain itu, bagaimana orang-orang menonton video juga berubah. Beberapa tahun lagi video vertikal hampir tidak ada. Saat ini, 29% dari pengaksesan video viewing adalah video vertikal.

Mulailah dengan mengarahkan bagian yang lebih besar dari anggaran pemasaran konten kamu ke video. Video yang dimaksud disini tidak harus sebuah video yang diproduksi seperti film, tetapi video-video sederhana seperti behind the scene atau bahkan pemilik bisnis membahas suatu topik sudah bisa menjadi titik awal video marketing kamu.

Dewaweb juga menerapkan pembuatan video dalam strategi content marketing. Contohnya seperti video informatif tentang content marketing berikut ini.

Manfaatkan live video

Pada tahun 2016, dunia digital mencatat pesatnya pertumbuhan live video dan selama 2 tahun terakhir, ini semakin meningkat. Saat ini, 80% konsumen lebih suka menonton video langsung daripada membaca posting blog.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Livestream , 82% responden mengatakan bahwa mereka lebih menyukai menonton live video sebuah brand dibanding membaca postingan social media.

Facebook, salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk live video pada tahun 2017, melaporkan bahwa pengguna menghabiskan waktu hingga 3 kali menonton live video daripada menonton video tradisional / rekaman. Engagement melalui komentar juga 10 kali lebih tinggi selama live streaming.

Sementara itu hampir 60% marketer saat ini berinvestasi dalam live video, tetapi kurang dari 15% secara aktif menggunakan media tersebut.

Namun, marketer sebenarnya sudah tertarik dengan live video untuk sementara waktu karena studi yang dilakukan oleh Buffer pada tahun 2016 menunjukkan bahwa hingga 42% pemasar memiliki minat khusus terhadap live video pada saat itu.

Melalui studi yang dilakukan oleh Cisco , traffic video akan mencapai 80% dari seluruh traffic internet di tahun 2019.

kamu mungkin penasaran mengapa live video populer di antara konsumen? Video selalu menjadi bentuk komunikasi yang sangat interaktif di internet. Live video menyediakan experience yang lebih menyenangkan. Live video bisa dibilang mentah dan tidak sempurna sehingga memperlihatkan keaslian dan sifat manusia pembawa acara dimana ini menciptakan saluran komunikasi yang intim dengan penonton.

Perlu dicatat bahwa pertumbuhan internet berkecepatan tinggi, khususnya internet mobile, juga memiliki banyak pengaruh terhadap pertumbuhan ini. Dengan kecepatan diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2018 serta penyebaran penuh jaringan 4G LTE dan 5G, video diharapkan akan menjadi sesuatu yang stkamur seperti suara di ponsel.

Tips penggunaan live video

Berita terbaik tentang tren ini mungkin kamu tidak memerlukan peralatan mewah dan mahal untuk menjangkau audiens kamu. Untuk video langsung, yang kamu butuhkan hanyalah smartphone yang memiliki kamera yang layak. Untuk tahun yang akan datang, kami memiliki beberapa gagasan tentang bagaimana kamu dapat menggunakan video langsung:

  1. Buat Q&A – Apa cara yang lebih baik untuk menjawab pertanyaan pelanggan kamu daripada satu lawan satu? Dengan cara yang sama seperti kamu menjadwalkan obrolan di Twitter, kamu dapat menjadwalkan video langsung dan membiarkan pelanggan kamu tahu bahwa pada waktu dan tanggal tertentu kamu akan menjawab semua pertanyaan mereka dan mereka bahkan mungkin bisa melihat wajah kamu.
  2. Adakan live interview – Alih-alih merekam wawancara dengan para ahli atau pelanggan, kamu sekarang dapat menjamu mereka secara langsung dan membiarkan audiens kamu melihat klip yang belum diedit.
  3. Demonstrasi produk dan unboxing – Bila dilakukan dengan benar, unboxing produk bisa menjadi dorongan besar bagi kampanye pemasaran kamu. Dan seolah-olah unboxing di YouTube tidak cukup, kamu sekarang bisa melakukannya secara live!
  4. Liput event dan konferensi – Jika perusahaan kamu secara teratur menyelenggarakan konferensi, pameran, dan acara lainnya, streaming langsung bisa menjadi cara yang bagus untuk menjangkau pemirsa yang tidak hadir secara langsung.

Baca Juga: 7 Tips Content Marketing Bisnis B2B

Giveaway

Contoh content marketing lainnya yang dapat dilakukan di platform Instagram adalah giveaway. Konten ini efektif untuk membuat audiens tertarik dengan akun Instagram milikmu. Jadi, jangan heran apabila banyak bisnis yang menggunakan strategi ini.

Sebagai informasi, giveaway adalah sayembara yang dilakukan oleh beberapa orang maupun platform untuk memberikan syarat tertentu agar mendapatkan hadiah. Umumnya, pemenang akan dipilih berdasarkan syarat yang diberikan.

Salah satu syarat yang digunakan pada umumnya adalah follow atau like akun Instagram yang mengadakan giveaway. Dengan begitu, Instagram tersebut bisa lebih dikenal oleh banyak orang.

Sudah Tahu Contoh Content Marketing di Instagram?

Itu dia beberapa contoh content marketing di Instagram yang bisa kamu tiru. Content marketing adalah strategi pemasaran yang terfokus kepada perencanaan, pembuatan, dan pendistribusian konten kepada target audiens untuk mendorong tindakan yang menghasilkan keuntungan.

Dalam penerapannya, content marketing akan terus berlanjut dari tahun ke tahunnya dengan memanfaatkan berbagai macam tren yang ada. Di Instagram, ada banyak content marketing yang bisa dilakukan, mulai dari review produk, live video, hingga giveaway.

Semua contoh content marketing di Instagram yang ada di atas memiliki perannya tersendiri yang dapat meningkatkan branding. Lantas, manakah dari tren di atas yang akan kamu lakukan? Beri tahu pendapat kamu di kolom komentar di bawah! Semoga artikel yang Dewaweb rangkum bermanfaat ya.