apa itu brand equity

Apa Itu Brand Equity dan Bagaimana Cara Membangunnya?

Penasaran mengapa produk dengan harga mahal masih terus dicari dan laku di pasaran? Di balik itu ada proses panjang yang dilakukan, salah satunya meningkatkan brand equity. Apa itu Brand Equity? Dalam dunia marketing, brand equity adalah nilai atau value dari sebuah brand.

Bagaimana konsumen menilai produkmu berbeda dengan produk-produk serupa lainnya di pasaran, sehingga memiliki value yang lebih tinggi. Lalu seberapa penting peran brand equity untuk kesuksesan sebuah bisnis? Bagaimana cara membangun brand equity yang baik? Semua pertanyaan itu akan terjawab di artikel ini. Simak baik-baik ya!

Apa itu Brand Equity?

Sebelum masuk ke penjelasan lebih lanjut, mari simak apa itu brand equity dan mengapa itu penting dalam sebuah bisnis. Brand equity atau ekuitas merek adalah nilai lebih yang dimiliki suatu perusahaan jika dibandingkan dengan kompetitornya. Brand equity ini juga dipengaruhi oleh persepsi dan pengalaman konsumen.

Membangun brand equity adalah sesuatu yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Jika perusahaan memiliki brand equity yang unggul, maka konsumen memiliki kepercayaan terhadap produk yang dibuat. Mereka akan memilih produk dari brand tersebut dibandingkan produk-produk lainnya yang ada di luar sana.

Produk saja tak cukup. Sebuah bisnis harus dapat menawarkan value kepada para pelanggannya untuk dapat berkembang. Brand yang mengusung value menjadi lebih dekat dengan konsumennya dan lebih unggul dari pesaingnya.

Baca Juga: Pentingnya Digital Branding untuk Kesuksesan Bisnis Online

Komponen Brand Equity

Sebuah merek dapat dikategorikan memiliki brand equity jika memenuhi empat komponen ekuitas berikut. Simak penjelasannya lengkapnya di bawah ini!

Brand equity-elemen

1. Brand Awareness

Komponen pertama dari brand equity adalah brand awareness, yaitu tingkat pengenalan konsumen terhadap brand. Sederhananya, di tahap ini pelanggan dibuat familiar dengan suatu produk. Ketika konsumen sudah akrab terhadap produk, diharapkan ada dorongan untuk membelinya.

Strategi untuk meningkatkan brand awareness kepada konsumen bisa dilakukan dengan social media & influencer marketing, memberikan free trial, sponsorship, atau bahkan event marketing dan melakukan product placement di beberapa tempat.

Jika kamu masih merintis bisnismu, salah satu cara termudah untuk meningkatkan brand awareness adalah dengan membuat website, membuat akun instagram, atau menulis blog dalam topik terkait dengan produkmu.

2. Perceived Quality

Komponen kedua dalam brand equity adalah perceived quality, yaitu kualitas sebuah barang di mata konsumen yang bersifat subjektif.

Saat membeli sebuah produk, pasti kamu memiliki kesan terhadap produk dan merek tersebut. Bagaimana kualitasnya, apakah sesuai dengan yang diharapkan, dan lain sebagainya.

Perceived quality berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap keunggulan suatu produk berhubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tentunya untuk membangun persepsi positif terhadap brand, perlu dilakukan strategi agar meningkatkan kualitas produk.

3. Brand Association

Komponen ketiga brand equity adalah brand association atau asosiasi merek. Brand association ini berkenaan dengan segala sesuatu yang melekat di memori konsumen terkait sebuah brand. Asosiasi merek bisa dibilang sebagai koneksi antara sebuah brand dengan konsepnya sehingga mudah diingat.

Asosiasi yang dimaksud dapat berupa logo, konsep, nama produk, atau emosi yang berhubungan dengan pengalaman seseorang ketika berinteraksi dengan produk tersebut.

Contoh brand association yang sering dijumpai misalnya,

  • Aqua, air mineral
  • Indomie, mie instan
  • Xiaomi, terjangkau
  • Mercedes, mobil mewah

Suatu merek dikatakan memiliki ekuitas yang tinggi bila memiliki asosiasi yang positif dari konsumen. Hal ini erat hubungannya dengan brand positioning, yaitu Bagaimana suatu perusahaan memposisikan brand mereka di antara para pesaingnya. Brand yang diposisikan dengan tepat akan terlihat kompetitif dan atraktif di mata konsumen.

4. Brand Loyalty

Elemen keempat dalam brand equity adalah brand loyalty atau kesetiaan terhadap sebuah merek. Kesan positif yang dirasakan konsumen terhadap produk dari sebuah brand akan membentuk komitmen untuk membeli kembali merek tersebut secara konsisten.

Brand loyalty mengacu pada kesetiaan konsumen terhadap produk dari suatu merek. Ketika sudah mencapai tahap ini, konsumen akan susah beralih ke produk lain meski diiming-imingi harga yang murah dan lain sebagainya.

Baca Juga: Panduan Online Marketing untuk Pemula

Manfaat Brand Equity untuk Bisnis

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan terus berkompetisi dalam meningkatkan brand equity. Berikut beberapa keuntungan yang didapat jika berhasil membangun brand equity positif di mata konsumen.

1. Mendapat konsumen loyal

Brand equity bisa dibilang salah satu metode yang efektif untuk mendapat konsumen yang loyal. Dengan terbentuknya ekuitas merek yang positif secara konsisten, konsumen pun semakin percaya dan setia terhadap merek tersebut.

Hal ini karena brand equity membuat konsumen percaya dengan kualitas produk. Tak heran, beberapa merek yang bahkan membanderol produknya dengan harga mahal masih selalu dicari oleh pelanggan setianya.

2. Meningkatkan customer retention

Jika seseorang merasa puas terhadap kualitas iPhone, ada kecenderungan ia akan memilih membeli produk Smartwatch, Macbook, atau iPad ketimbang membeli produk keluaran merek yang lain.

Pengalaman positif konsumen terhadap suatu produk akan membuat mereka yakin terhadap kualitas produk-produk lain keluaran merek yang sama. Pelanggan berharap mereka mendapatkan kualitas dan kenyamanan yang sama seperti yang ditawarkan pada produk yang pernah dibelinya.

3. Harga bukan lagi jadi masalah

Produk-produk terbaru keluaran Apple selalu laku terjual meski dengan harga yang tinggi. Bahkan pembelinya harus rela mengantri demi mendapatkan handphone seharga belasan hingga puluhan juta itu. Konsumen berani merogoh kocek yang lebih tinggi demi mendapatkan kualitas yang mereka harapkan.

Inilah mengapa, perusahaan terus berkompetisi dalam meningkatkan brand equity. Harga bukan lagi jadi masalah bagi konsumen. Itu adalah salah satu keuntungan yang diperoleh jika suatu brand memiliki ekuitas yang tinggi.

4. Tahan terhadap persaingan bisnis

Brand dengan ekuitas yang tinggi lebih tahan terhadap persaingan bisnis. Dengan segala keuntungan yang disebutkan di atas, tak dapat dipungkiri jika sebuah perusahaan dengan ekuitas brand tinggi menjadi lebih tahan terhadap persaingan bisnis yang semakin marak.

Baca Juga: Yang Boleh dan Tidak Boleh dalam Internet Marketing

Cara Membangun Brand Equity

Demi memperoleh keuntungan di atas, perusahaan berlomba-lomba melakukan berbagai metode yang efektif untuk membangun brand equity yang baik di mata konsumen. Berikut ini beberapa cara membangun ekuitas merek yang bisa kamu ikuti.

1. Ciptakan identitas brand yang kuat

Langkah pertama untuk membangun brand equity adalah membentuk identitas yang kuat untuk brand-mu. Ciptakan identitas brand yang menonjol dan tentukan seperti apa brand-mu ingin dilihat dari sisi konsumen.

Identitas brand harus sejalan dengan produk yang diusung. Seperti apa target pasar yang disasar, dan mengapa mereka membutuhkan produkmu ketimbang produk serupa lainnya yang ada di pasaran. Identitas brand yang kuat akan membuat konsumen lebih dekat dengan brand.

2. Sampaikan brand value

Langkah selanjutnya, komunikasikan nilai brand kepada konsumen. Identitas brand juga harus berkesinambungan dengan brand value yang diusung.

Konsumen cenderung lebih mudah membangun ikatan dengan brand yang memiliki value sama dengan yang dimilikinya. Contohnya, sebuah perusahaan yang berkomitmen untuk ramah lingkungan akan lebih mudah menarik ikatan dengan konsumen yang juga mendukung nilai tersebut.

3. Bangun persepsi positif pada konsumen

Menciptakan identitas dan value brand yang kuat bila tidak dibarengi dengan kualitas produk yang memuaskan akan menjadi percuma. Untuk itu, dalam membangun persepsi positif dari konsumen, kualitas produk juga harus ditingkatkan.

Selain pada kualitas, penilaian konsumen terhadap brand dapat berkaitan dengan beberapa hal. Seperti kredibilitas, seberapa relevan produk dengan kebutuhan konsumen, dan apa yang menjadi keunggulan dibanding produk dari kompetitor. Hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam menjalankan sebuah bisnis.

4. Jalankan strategi marketing yang efektif

Langkah selanjutnya, terapkan strategi marketing yang tepat untuk memasarkan brand. Pikirkan bagaimana cara yang efektif menjangkau pelanggan karena setiap bisnis memiliki pendekatan yang berbeda, sesuai dengan jenis industri dan target pasarnya.

Jalankan strategi pemasaran yang efektif untuk menjangkau konsumen yang tepat. Pilih media untuk melakukan promosi, buat penawaran dan promo untuk menarik minat pembeli.

5. Bangun ikatan dengan konsumen

Membangun ikatan dengan konsumen penting dalam menjaga kelangsungan suatu bisnis. Memang ini bukanlah suatu hal yang mudah.

Namun jika hal tersebut sudah tercapai, kamu akan mendapat pelanggan-pelanggan yang loyal, cenderung melakukan pembelian secara konsisten, dan tak mau tertinggal info terbaru dengan mengikuti media sosial brand-mu.

Salah satu caranya, kamu bisa melibatkan konsumen dalam mengembangkan produk. Pertimbangkan review konsumen dan lihat apa yang mereka butuhkan.

Baca Juga: Pengertian Analisis SWOT dan Cara Menggunakannya

Contoh Penerapan Brand Equity

Brand Equity-Starbucks

Mari kita lihat contoh brand equity dari merek kedai kopi ternama, Starbucks.

Di tahun 2021, Starbucks menjadi satu-satunya perusahaan di bidang food service yang menjadi Top 10 World’s Most Admired Companies, di antara sebagian besar perusahaan teknologi.

Brand kedai kopi asal Amerika ini sukses membuka gerainya di beberapa negara. Di Indonesia sekalipun, Starbucks terhitung memiliki 440 gerai yang tersebar luas di wilayah perkotaan padat penduduk, bahkan di beberapa pulau wisata.

Starbucks di Indonesia terbilang telah mencapai kesuksesan. Menurut sumber, dari total 70 negara Starbucks berada, Indonesia ada di urutan ke sepuluh negara penyumbang pendapatan terbesar.

Starbucks berhasil menggait target pasarnya di Indonesia. Meski menjual minuman seharga mulai Rp40.000, banyak orang tetap lebih memilih Starbucks ketimbang kedai kopi lain dengan harga yang lebih murah. Bahkan banyak di antaranya menjadi konsumen loyal. Mengapa?

Tentunya ada banyak faktor yang memengaruhinya, salah satunya karena eksistensi brand. Merek Starbucks sendiri merupakan selling point. Tak melulu soal kopi, mereka ‘menjual’ kenyamanan berupa tempat bertemu bagi komunitas. Inilah yang menjadikannya unggul dibanding kompetitor.

Simpulan

Itu dia tadi penjelasan tentang brand equity yang dapat Dewaweb berikan. Brand equity merupakan nilai lebih yang dimiliki perusahaan dipengaruhi oleh persepsi konsumen. Ekuitas merek sangat penting bagi sebuah perusahaan. Untuk itu buatlah konsumen puas dengan produk dan pelayanan terbaik yang bisa diberikan.

Dalam membangun brand equity yang baik tentu dibutuhkan usaha yang tidak instan. Diperlukan ketekunan dan ketelitian untuk mencari apa yang menjadi kebutuhan target pasar dan membangun ikatan yang mendalam dengan para konsumen.

Semoga artikel ini dapat membantumu ya! Baca artikel informatif lainnya di blog Dewaweb, salam sukses online!