Litespeed Cache Plugin Tutorial dan Review

LiteSpeed Cache Plugin: Tutorial dan Review

Ketika menggunakan browser di perangkat gadget, mungkin kamu sering mendengar istilah “cache“. Data yang seringkali dibersihkan ketika kamu menghapus¬†browser history ini sebenarnya dapat memberikan dampak positif jika kamu memiliki¬†website, karena cache dapat mempercepat loading website. Di artikel ini, kamu akan belajar tentang plugin LiteSpeed Cache di WordPress.

Caching dan Cara Kerjanya di WordPress

Caching adalah kegiatan menyimpan data sementara pada perangkat yang bisa terhubung ke internet, seperti laptop, komputer, tablet, atau HP. Data ini didapat dari website yang diakses pengguna menggunakan perangkat tersebut. Keuntungannya bagi website, kecepatan loading-nya bisa menjadi lebih cepat diakses setiap kali pengguna mengunjunginya kembali.

Baca Juga: Mengenal LiteSpeed Cache Plugin untuk Mempercepat Website

Ada beberapa jenis caching di website yang perlu kamu ketahui, beberapa di antaranya adalah caching yang biasa diterapkan di WordPress.

Server-side caching

Server-side caching adalah jenis protokol caching yang dilakukan dari server, yaitu website-mu, yang dalam konteks ini adalah website WordPress.

Database caching

Ini adalah protokol yang bertujuan untuk menyimpan, memperbarui, dan mengirimkan data secara efisien. Database biasanya berukuran besar dan setiap query membutuhkan waktu yang cukup lama. Mengingat WordPress sangat bergantung pada database-nya, mereka sering membuat permintaan. Oleh karena itu, database caching hadir agar data yang sama tidak diminta berulang kali.

Baca juga: Panduan LiteSpeed Cache Untuk XenForo

Database caching merupakan salah satu faktor fundamental dari caching WordPress yang efektif. Namun, jangan lupa untuk menghapus database cache yang disimpan sebelumnya dan bersihkan query database untuk menghindari hasil query database yang salah dan tidak relevan.

Object caching

Object caching adalah protokol caching yang bisa dibilang cukup advanced. WordPress memiliki sistem caching internal sendiri yang mencakup beberapa subsistem seperti caching API, object cache, dan transient API. Sistem caching ini bisa dikontrol oleh plugin untuk mengurangi jumlah permintaan database.

Opcode caching

WordPress menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek, yaitu PHP, sehingga caching kode bahasa pemrograman disimpan dengan cara opcode caching. Artinya, untuk mengeksekusi kode PHP, pengumpul PHP harus mengompilasi kode sebelum menghasilkan kode yang bisa dieksekusi oleh web server. Sederhananya, opcode caching menyimpan output PHP compiler pada cache.

Baca Juga: Panduan LiteSpeed Cache Untuk Drupal

Meski biasanya kegiatan ini dilakukan menggunakan hard disk, tapi jika kamu menggunakan WordPress maka kamu tak perlu khawatir lagi. Sebab, WordPress memiliki plugin yang bisa kamu gunakan untuk melakukan caching di website-mu, yaitu LiteSpeed Cache.

Apa itu LiteSpeed Cache?

Jika kamu ingin mempercepat loading website WordPress, maka kamu memerlukan plugin LiteSpeed Cache yang berbasis PHP dan gratis, serta bersifat open source sehingga bisa kamu modifikasi sendiri. Plugin ini dapat bekerja lebih cepat dan efisien dibanding solusi caching lainnya dan dapat membantu website-mu menarik lebih banyak traffic.

LiteSpeed Cache for WordPress (LSCWP) adalah sebuah teknologi caching termutakhir milik LiteSpeed Technologies yang berperan sebagai sebuah tool manajemen caching tingkat lanjut untuk WordPress. Tidak hanya itu, LSCWP juga memiliki fitur optimasi untuk mempercepat website sehingga website-mu lebih disukai oleh mesin pencari.

Baca Juga: Panduan LiteSpeed Cache Untuk PrestaShop

Kelebihan LiteSpeed Cache

Ada beberapa alasan mengapa LiteSpeed Cache bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kebutuhan caching website-mu:

  • Setiap pengunjung situsmu akan melihat halaman terbaru yang diperbarui setiap kali ada permintaan.
  • LiteSpeed Cache sangat mudah digunakan dan sudah didesain untuk bekerja baik dengan instalasi WordPress lainnya.
  • LiteSpeed Cache dapat memberikan proses caching yang lebih cepat di level server web sehingga halaman website-mu bisa lebih cepat diakses.
  • Kamu bisa memiliki tema berbeda untuk perangkat desktop dan mobile atau tampilan yang berbeda untuk lokasi geografis yang berbeda, tergantung kostumisasi yang kamu lakukan.
  • LiteSpeed Cache mendukung pilihan do-not-cache (atau jangan cache) sehingga kamu bisa memilih untuk tidak melakukan caching bagi pengunjung atau halaman tertentu.
  • LiteSpeed Cache juga mendukung plugin WordPress lain, seperti bbPress atau WooCommerce tanpa memerlukan konfigurasi tambahan.
  • LiteSpeed Cache mampu mendukung instalasi website tunggal atau multisite.

Baca Juga: LiteSpeed Cache Plugin Untuk WordPress: Object Cache Dengan Redis

Simak Video Tutorial LiteSpeed vs Apache berikut:

Cara Menggunakan LiteSpeed Cache

Bagaimana, sudah tertarik untuk mulai menggunakan LiteSpeed Cache? Jika ya, berikut adalah tutorial berisi cara yang bisa kamu lakukan untuk mulai menggunakan LiteSpeed Cache. Namun sebelumnya, pastikan kamu memiliki akses ke dashboard Administrator di WordPress terlebih dulu, ya!

Instal LiteSpeed Cache

Login ke dashboard WordPress, kemudian pilih “Plugin” lalu “Add New” dari menu bar di bagian kiri.

01-Plugin-WordPress-Dewaweb
Di kotak pencarian di sebelah kanan atas, masukkan kata kunci “LiteSpeed Cache” dan tekan Enter.

02-LiteSpeed-Cache-Plugin-Install-Dewaweb

Kamu akan melihat plugin LiteSpeed Cache di pilihan teratas. Klik “Install Now” lalu tunggu sebentar hingga plugin selesai terinstal, kemudian klik “Activate”.

Baca Juga: Panduan Lengkap LiteSpeed Cache Plugin Untuk WordPress

04-Instalasi-LiteSpeed-Berhasil-Dewaweb

Setelah diaktivasi, kamu akan diarahkan ke halaman daftar plugin terinstal untuk memastikan bahwa plugin LiteSpeed Cache yang baru diinstal sudah aktif.

Konfigurasi LiteSpeed Cache

Usai menginstal plugin LiteSpeed Cache, kamu bisa melihat dan menyesuaikan pengaturan untuk website-mu. Caranya, dari menu Installed Plugins, klik pilihan “Settings” di plugin LiteSpeed Cache.

04-Setting-Plugin-Dewaweb

Cara lainnya, kamu juga bisa mengakses pengaturan LiteSpeed Cache dengan mengarahkan kursor ke menu LiteSpeed Cache dan klik “Settings” seperti gambar berikut. Kemudian, kamu akan menemukan Advanced View dari pengaturan LiteSpeed Cache.

cache settings di menu bar

Baca Juga: LiteSpeed Mengumumkan QUIC Support

Berikut ini adalah menu yang bisa kamu gunakan untuk mengatur plugin LiteSpeed Cache milikmu:

menu litespeed cache

Tab Cache berisi pengaturan tentang aktivasi cache di website hingga data apa saja yang akan di-cache ke perangkat pengunjung, baik untuk mobile atau desktop.

Tab TTL (time-to-live) berguna untuk mengontrol berapa lama data tersimpan di cache.

Tab Purge terdiri dari pengaturan untuk membersihkan konten yang tersimpan di cache. Biasanya, LSCWP secara otomatis membersihkan cache saat plugin, tema, atau versi WordPress diperbarui.

Tab Excludes berisi pengaturan yang menentukan kategori atau halaman di website-mu yang datanya tidak akan disimpan dalam cache.

Tab ESI terdiri dari pengaturan Edge Side Includes, yaitu teknik caching mendalam yang memungkinkan website-mu meng-cache hanya beberapa bagian dalam sebuah halaman.

Tab Object memungkinkanmu untuk mengatur fungsi objek cache, menggunakan metode caching dengan Memcached atau Redis hingga port caching apa akan yang digunakan.

Baca Juga: Kenapa Website Kamu Lambat? Cek Cara Mempercepat Website Berikut

Tab Browser dapat mengatur seberapa lama cache bertahan dalam sebuah browser serta status aktivasi cache di browser. Namun, jika kamu mengaktifkannya, maka LiteSpeed Cache akan melakukan perubahan juga di file .htaccess.

Tab Advanced berisi beberapa pengaturan yang lebih mendalam. Tapi kamu perlu berhati-hati karena perubahan di halaman ini dapat berdampak cukup signifikan bagi website-mu.

Jika sudah selesai melakukan pengaturan, jangan lupa mengklik Save Changes agar perubahan yang telah kamu lakukan bisa disimpan.

Baca Juga: Penjelasan Cache dan Jenis-Jenisnya

Simpulan

Kecepatan loading website dapat memengaruhi berbagai hal, mulai dari SEO-friendliness, peringkat website di mesin pencari, bahkan dapat berpengaruh juga bagi conversion rate di website toko online kamu. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengoptimasi kecepatan website-mu adalah dengan mengandalkan caching menggunakan LiteSpeed Cache.

Selain mudah digunakan, plugin ini juga gratis dan bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Maka tak heran jika LSCWP menjadi salah satu plugin caching terbaik untuk website WordPress. Jika ingin membaca caching plugins lainnya, simak dari artikel tentang W3 Total Cache, WP Super Cache, dan WP Fastest Cache. Selamat bereksplorasi, salam sukses online!