Apa itu Design Thinking? Tahapan dan Contoh Penerapannya

Apa itu Design Thinking? Tahapan dan Contoh Penerapannya

Pernah dengar apa itu design thinking? Bagi yang bergelut di dunia UX design, kamu pasti sudah tak asing lagi dengan istilah ini. Design thinking adalah pola pikir untuk menyelesaikan masalah yang fokus pada manusia sebagai pengguna.

Banyak orang mengira proses ini hanya digunakan oleh para designer untuk menciptakan sesuatu. Kenyataannya, jenis pola pikir ini bisa diterapkan pada bidang lain seperti bisnis. Artikel ini akan mengupas definisi, langkah design thinking hingga contoh penerapannya. Yuk simak!

Baca Juga: 7 Perbedaan Antara UI dan UX Beserta Contohnya [Lengkap]

Apa itu Design Thinking?

Melansir Interaction Design Foundation, design thinking adalah sebuah pola pikir untuk menyelesaikan masalah yang fokus pada manusia sebagai pengguna. Secara singkat, pola pikir ini mengacu pada proses berpikir seorang designer.

Memangnya, seperti apa sih cara designer berpikir?

Mungkin banyak orang beranggapan bahwa seorang desainer bekerja untuk membuat produk jadi lebih menarik sehingga diinginkan oleh konsumen. Memang, hal tersebut adalah salah satu tujuan mendesain. Namun sejatinya, esensi dari aktivitas mendesain sebenarnya memikirkan cara agar apapun yang didesain bisa memenuhi kebutuhan pengguna dengan lebih baik lagi.

Baca Juga: 10 Online Marketing Tools yang Dibutuhkan Saat Memulai Bisnis

Proses design thinking sebenarnya bukan hanya bermanfaat bagi para designer saja, tapi juga bisa diterapkan oleh pebisnis, organisasi, hingga perusahaan besar untuk menciptakan solusi yang inovatif untuk mengatasi permasalahan konsumen.

Prinsip dalam Design Thinking

Sampai di sini kamu sudah memahami apa itu definisi design thinking. Mungkin kamu bertanya-tanya, seperti apa penerapannya? Sejatinya, ada banyak sekali penerapan design thinking, namun pada dasarnya design thinking mengikuti prinsip dasar berikut ini.

Berikut prinsip dasar design thinking dilansir dari Accenture:

  • Human-centered: fokus pada pengguna merupakan prinsip dasar dalam design thinking. Produk yang dibuat harus menjadi solusi atas masalah konsumen dan mampu memenuhi kebutuhan penggunanya dengan baik.
  • Kreativitas: untuk melihat masalah dari perspektif yang berbeda dan mempertimbangkan berbagai solusi.
  • Iteratif: design thinking merupakan proses yang berulang sampai menemukan solusi yang terbaik untuk pengguna.
  • Kolaboratif: mendorong kerjasama antar tim dengan beragam perspektif dan sudut pandang berbeda.
  • Prototype-driven: pembuatan prototipe untuk merealisasikan ide dan memperoleh feedback.

Baca Juga: Apa Itu Branding? Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya Untuk Bisnis

Langkah-langkah Design Thinking

Design Thinking

Melansir Career Foundry, penerapan design thinking terdiri atas lima tahapan, di antaranya:

  1. Emphatise (empati)
  2. Define (menentukan)
  3. Ideate (menghasilkan ide)
  4. Prototype (prototipe)
  5. Test (uji coba)

Supaya lebih paham, simak penjelasan berikut ini ya!

Baca Juga: Pengertian Analisis SWOT dan Cara Menggunakannya

Empathize

Langkah design thinking yang pertama adalah empathize/empati. Pendekatan empati digunakan untuk memahami kebutuhan pengguna, yaitu dengan melihat dari sudut pandang mereka.

Cara yang bisa dilakukan dalam tahap empati yakni melakukan observasi atau riset. Cari tahu apa yang dibutuhkan dan disukai calon konsumen kamu. Misalnya, dengan melakukan riset pasar, riset kata kunci, dan lain sebagainya. Gunakan tools yang bisa memudahkanmu melakukan riset, misalnya Google Trends.

Baca Juga: Apa itu CRM? Jenis, Tahapan dan Manfaatnya bagi Bisnis

Define

Tahap selanjutnya adalah define, yakni mendefinisikan masalah dengan cara mengumpulkan informasi yang sudah diperoleh lalu mengobservasi untuk mencari tahu kebutuhan pengguna.

Ketika mendefinisikan sebuah masalah, tetaplah fokus pada kebutuhan pengguna sehingga masalah yang muncul bukan menurut anggapanmu sendiri melainkan dari pengguna.

Ideate

Setelah mengetahui kebutuhan pengguna dan mendefinisikan masalahnya, sekarang saatnya mengumpulkan solusi. Tahap ideate atau menghasilkan ide dilakukan dengan mengumpulkan solusi sebanyak-banyaknya untuk mengatasi masalah yang telah ditemukan. Tahap ini biasanya dilakukan dengan proses brainstorming dan membuat mindmap bersama tim.

Baca Juga: Apa Itu CTA? Pengertian, Jenis, dan 7+ Tips Membuatnya

Prototype

Tahap selanjutnya adalah membuat prototype. Yang dimaksud prototype di sini adalah membuat model produk atau sampel yang nyata sehingga bisa diuji nantinya. Dengan membuat prototipe, kamu akan mengetahui model atau versi produk mana yang paling baik memenuhi kebutuhan pengguna.

Baca Juga: Jenis-jenis Iklan dan Contoh Penerapannya

Test

Langkah terakhir dalam design thinking adalah pengujian atau testing. Setelah prototipe terbaik telah disusun, lakukan pengujian terhadap user dengan melihat apakah produk sudah menjawab kebutuhan mereka.

Selama proses ini, lihat bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk prototipe tersebut. Tahap pengujian dilakukan untuk mendeteksi masalah dari awal. Setelah melalui proses pengujian, biasanya muncul masalah-masalah yang tidak terpikirkan sebelumnya. Maka itu, kamu perlu mengulang beberapa tahap untuk menciptakan produk yang terbaik.

Baca Juga: Mengenal Marketing Mix dan Penerapannya dalam Pemasaran

Kenapa Design Thinking Penting?

Berikut ini beberapa manfaat design thinking yang perlu kamu ketahui:

  • Proses mendesain jadi lebih efisien
  • Menciptakan kolaborasi yang baik antar tim
  • Membantu memahami kebutuhan konsumen
  • Menciptakan berbagai inovasi
  • Membantu memecahkan masalah
  • Meminimalisir kekurangan pada produk

Contoh Penerapan Design Thinking

Bagaimana proses design thinking diaplikasikan di berbagai sektor industri? Berikut ini beberapa contoh penggunaan design thinking di sejumlah perusahaan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhinya:

Baca Juga: UI Designer: Pekerjaan, Skill, dan Cara Menjadi UI Designer

Netflix

Perusahaan penyedia layanan streaming film, Netflix memanfaatkan design thinking untuk menciptakan layanan yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan Netflix, pengguna tak perlu repot mengunjungi toko fisik untuk menyewa/membeli DVD dan menikmati film yang diinginkan.

Netflix menghilangkan ketidaknyamanan itu dengan menawarkan model subscription. Selain itu, Netflix menanggapi kebutuhan pelanggan akan konten orisinal dan provokatif yang tidak ditayangkan pada TV tradisional. Mereka meningkatkan pengalaman penggunanya dengan menambahkan trailer.

Setiap pembaruan yang dilakukan Netflix adalah tanggapan terhadap kebutuhan pelanggan yang didukung oleh proses pemikiran desain yang efektif.

Baca Juga: Jenis-jenis Iklan dan Contoh Penerapannya

UberEats

Salah satu perusahaan yang menerapkan design thinking adalah Uber. Demi memenuhi kebutuhan konsumen untuk mencari makanan sesuai keinginan, Uber berinovasi menciptakan layanan UberEats.

Layanan ini memudahkan pengguna untuk memesan dan mengirim makanan secara online. Untuk menciptakan pengalaman terbaik kepada pengguna di setiap kota, UberEats perlu mempelajari kebiasaan di masing-masing kota dengan cara terjun langsung ke lokasi.

Dengan begitu, tim melakukan perjalanan ke kota-kota yang berbeda untuk mengobservasi dan mewawancarai pengguna. Hasilnya, dalam waktu singkat UberEats berhasil melakukan ekspansi ke lebih dari 80 kota di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Strategi STP Marketing (Segmenting, Targeting, Positioning)

IBM

IBM adalah perusahaan teknologi multinasional yang menerapkan design thinking dan berhasil meraih kesuksesan. IBM menciptakan sejumlah produk yang bersifat open-source, sehingga bisa diakses dan dimodifikasi secara bebas oleh penggunanya. Ini merupakan solusi yang bagus terhadap masalah yang dihadapi konsumen terhadap kebutuhan sistem open-source personal.

Hasilnya, IBM berhasil menambah pendapatan sebanyak $20.6M, dengan total ROI sebesar 301%. Selain itu, perusahaan sukses dalam meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan kolaborasi antar tim internalnya.

Baca Juga: Apa Itu Marketing Plan? Simak Contoh dan Cara Membuatnya di Sini!

Penutup

Design thinking adalah proses yang penting dilakukan dalam menciptakan produk. Ada lima tahapan dalam design thinking, yakni empathize, define, ideate, prototype, dan test. Setiap tahap tersebut bertujuan agar produk yang didesain dapat memenuhi kebutuhan pengguna dengan baik.

Demikian penjelasan apa itu design thinking, langkah-langkah dan contoh penerapannya. Semoga artikel ini membantumu ya. Baca artikel informatif lainnya di blog Dewaweb. Salam sukses online!